Minggu, Mei 22, 2022
BerandaBerita BanjarKapolres Banjar: Pedagang dan Distributor Jangan Timbun Barang, Kalau Ditemukan Kami Tindak

Kapolres Banjar: Pedagang dan Distributor Jangan Timbun Barang, Kalau Ditemukan Kami Tindak

Kapolres Kota Banjar AKBP Twedi, saat menggelar sidak ke pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Kota Banjar, Rabu (13/12/2017) pagi. Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kapolres Kota Banjar AKBP Twedi, mengingatkan kepada pedagang ataupun distributor bahan kebutuhan pokok agar tidak melakukan penimbunan barang, memonopoli dagang, dan menaikkan harga di atas standar. Apabila hal itu ditemukan, pihaknya tak segan untuk melakukan tindakan tegas dengan mengusut secara hukum.

Hal itu ditegaskan Twedi, saat jajaran Polresta Banjar bersama tim Sidak Pasar, menggelar sidak ke pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Kota Banjar, Rabu (13/12/2017) pagi. Sidak ini dilakukan dalam rangka memantau stabilitas harga bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Agar harga stabil, kami ingatkan para pedagang jangan sampai melakukan pelanggaran hukum. Kami akan melindungi konsumen agar tidak dirugikan,” katanya.

Twedi mengatakan, dengan membentuk satuan tugas (satgas) sidak pangan yang terdiri dari anggota kepolisian, Disperindagkop, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pertanian, diharapkan harga dan ketersedian bahan-bahan kebutuhan pokok di Kota Banjar tetap stabil.

Dalam sidak tersebut, tim menyasar para pedagang dan distributor (penyalur). Selain itu, juga mengecek ke pasar modern seperti Toserba Yogya, Padjajaran, dan Samudra.

“Kami telah mengecek semuanya, mulai dari harga bahan pokok hingga distributornya. Selama kita cek, harga  beras, daging, bawang, cabe dan minyak untuk sementara masih relatif standar. Namun kita pun akan terus melakukan pemantauan hingga tahun baru nanti,”ujarnya.

Twedi menambahkan dalam sidak itupun tim melakukan pengecekan terhadap barang dagangan berupa makanan dan minuman apakah sudah kadaluarsa atau belum. “Hasil sidak tadi, semua barang berupa makanan dan minuman masih layak dikonsumsi. Kami tidak menemukan barang yang kadarluasa,” pungkasnya. (Hermanto/R2/HR-Online)

- Advertisment -