Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita CiamisPemkab Ciamis Diminta Fasilitasi Pembuatan Buku Lokal

Pemkab Ciamis Diminta Fasilitasi Pembuatan Buku Lokal

Pegiat literasi Taman Baca Galuh Tabayyun, Wawan Setiawan, S.Pd. Foto: Heri/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Penggiat literasi Taman Baca Galuh Tabayyun, Wawan Setiawan, S.Pd, mendesak pemerintah daerah untuk memfasilitasi penulis, budayawan dan seniman untuk menyusun dan membuatkan buku-buku tentang sejarah, adat, budaya dan kesenian daerah.

“Kami berharap pemerintah memfasilitasi mereka, sehingga nantinya tercipta buku-buku sejarah, budaya, tradisi dan kesenian daerah Ciamis,” katanya.

Wawan menilai, penyusunan naskah atau buku bidang seni dan budaya serta tradisi Ciamis  juga perlu mendapat perhatian. Dengan begitu, referensi atau sumber bacaan mengenai Ciamis terus bertambah.

Tenaga pengajar, kata Wawan, bisa menjadikan buku-buku tersebut sebagai bahan ajar bagi para peserta didik. Wawan tidak ingin, generasi muda Ciamis tidak menguasai informasi dan wawasan tentang Ciamis lantaran minimnya buku atau sumber bacaan. 

Rektor Unigal, Dr. H. Yat Rosvia Brata, M.Si, ketika ditemui Koran HR, Selasa (12/12/2017), berpendapat, selayaknya pemerintah daerah memberikan dorongan, baik materi ataupun moral, kepada para penulis buku untuk terus berkarya dengan menciptakan buku-buku tentang Ciamis.    

“Kelemahan penulis biasanya dalam segi materi. Sebab, untuk membuat buku sampai diterbitkan itu sulit-sulit gampang. Sulit jika belum berpengalaman di bidang penerbitan buku dan gampang jika sudah menjadi penulis ternama,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan dan Pengelolaan Dinas Perpustakan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Ciamis, H. Rusalan Effendi, mengakui, Ciamis memiliki banyak budaya, tradisi serta kesenian yang bernilai historis tinggi.

“Di tingkat Jawa Barat, Ciamis merupakan salah satu yang mempunyai banyak peninggalan sejarah dan budaya. Sayang, sampai saat ini buku-buku yang membahas masalah itu masih sangat sedikit dan bisa dihitung jari,” katanya.

Rusalan menandaskan, inventarisasi adat, budaya, seni serta sejarah Kabupaten Ciamis perlu digiatkan dan dilanjutkan dengan penyusunan naskah dan dibukukan, agar generasi penerus bisa ikut melestarikan kearifan lokal yang ada di daerahnya. (Heri/Koran HR)