Senin, Agustus 8, 2022
BerandaBerita CiamisPenemuan Cagar Budaya di Astana Gede Ciamis Ternyata Terbanyak di Dunia

Penemuan Cagar Budaya di Astana Gede Ciamis Ternyata Terbanyak di Dunia

Ketpot: Salah satu batu prasasti yang berada di Cagar Budaya Astana Gede, di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Penemuan Cagar Budaya di Kabupaten Ciamis ternyata terlengkap dan terbanyak di seluruh belahan Nusantara maupun Mancanegara. Pasalnya, penemuan Situs Cagar Budaya yang berada di wilayah Kabupaten Ciamis ini merupakan satu-satunya situs cagar budaya terbanyak. Salah satu tempat yang memiliki situs terbanyak saat ini berada di Area Astana Gede Kawali Kabupaten Ciamis. 

Kasi Cagar Budaya dan Permusiuman, Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis, Tetet Widiyanti, saat ditemui Koran HR, Selasa (12/12/2017), mengatakan, Kabupaten Ciamis mempunyai situs cagar budaya terbanyak se-Indonesia maupun Mancanegara. Situs cagar budaya ditemukan dalam satu tempat berjumlah 6 situs yang berbentuk batu tulis aksara sunda kuno. Dalam hal ini tidak ada daerah maupun kota lain yang memiliki hal yang sama. 

“Ada beberapa situs cagar budaya yang ditemukan dalam satu tempat yang sama seperti  Batu Prasasti Kawali I berbentuk trapesium panjang 72X73 cm, tebal 14,5 cm, Batu Prasasti Kawali II memiliki dimensi batu sekitar 60X81X125 cm, Batu Prasasti III membentuk 45 buah segi empat yang berbeda ukurannya, Batu Prasasti IV berupa sebatang tonggak batu andesit dengan tinggi 120 cm, Batu Prasasti V yang terbuat dari batu gunung, dan yang terakhir Batu Prasasti VI berbentuk batu segi empat tidak beraturan dengan tinggi 120 cm,”paparnya.

Guna menjaga kelestarian cagar budaya tersebut, Tetet mengatakan, pihaknya terus mengupayakan dan mengembangkan cagar budaya dari semua sektor seperti pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM), Pelatihan, Work Shop, Seminar, maupun kegiatan lainnya, terutama kepada Pelajar. 

“Untuk menjaga kelestarian cagar budaya di Kabupaten Ciamis, program kami telah berlangsung sejak 3 tahun yang lalu. Sekarang ini cakupannya sangat luas, sasaran saat ini kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Meskipun Ciamis mempunyai cagar budaya terbanyak, namun para pelajar banyak yang belum tahu terkait sejarah Kabupaten Ciamis berdiri. Hal itu karena belum dimasukan ke dalam pelajaran Muatan Lokal (Mulok) “Memang benar banyak pelajar di Ciamis yang belum tahu sejarah Ciamis yang sebenarnya,” katanya.

Menurutnya, apabila seluruh pelajar bisa diarahkan untuk mengenal secara langsung cagar budaya yang berada di Kabupaten Ciamis, pasti akan ikut mendorong pendapatan daerah dalan sektor budaya. 

Tetet mengatakan, salah satu cagar budaya yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat diantaranya, Cagar Budaya Karangkamulyan, Cagar Budaya Astana Gede Kawali dan Situ Lengkong Panjalu. “Untuk melestarikan cagar budaya di Kabupaten Ciamis, perlu adanya investor yang dapat saling menguntungkan. Karena biaya untuk melestarikan cagar budaya di Kabupaten Ciamis sangat besar,” ujarnya.

Tetet pun berharap ada investor dari luar yang peduli dan dapat melestarikan cagar budaya di Kabupaten Ciamis. Karena, menurutnya, berkunjung ke cagar budaya di Ciamis tak hanya untuk mengenal sejarah, tetapi juga bisa dinikmati untuk rekreasi alam.

“Kalau ada investor yang memoles areal cagar budaya di Ciamis menjadi menarik untuk dikunjungi, kami yakin bakal banyak wisatawan yang datang. Karena di areal cagar budaya di Ciamis memiliki keindahan alam yang masih asri dan cocok untuk wisata keluarga,” pungkasnya. (Tantan/Koran HR)