Kamis, Agustus 11, 2022
BerandaBerita PangandaranTahun 2017, Dinas Pertanian Pangandaran Realisasikan Berbagai Program

Tahun 2017, Dinas Pertanian Pangandaran Realisasikan Berbagai Program

Gerakan Panen Kedelai tahun 2017 Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran selama tahun 2017 telah melaksanakan berbagai kegiatan dari program masing-masing bidang yang ada, yakni bidang tanaman pangan dan hortikultura, bidang perkebunan, bidang peternakan dan kesehatan hewan, bidang penyuluhan.

Kepala Dinas Pertanian, H. M Agus Satriadi, mengatakan, dari 4 bidang yang ada di dinasnya tersebut telah melaksanakan berbagai program sesuai bidangnya masing-masing sejak awal hingga akhir tahun 2017.

“Alhamdulillah berbagai program telah kita laksanakan sesuai bidangnya masing-masing hingga di penghujung tahun 2017 ini,” singkatnya kepada Koran HR, Senin (11/12/2017).

Kepala Bidang Tanaman Pangandaran dan Hortikultura, Tina Maryana, mengatakan, selama tahun 2017 ini bidangnya telah melaksanakan program pembangunan Balai Benih dari bantuan Provinsi yang bertempat di Desa Wonoharjo. Dibangunnya Balai Benih tersebut, kata Tina, karena tanaman pangan merupakan salah satu sub sektor strategis dari sektor pertanian maupun sektor perekonomian.

Tina menjelaskan, tanaman pangan merupakan salah satu sumber kebutuhan pangan bagi rakyat Indonesia, baik kebutuhan pangan, pakan, energi maupun bahan baku industri lainnya. Adapun varietas unggul merupakan salah satu teknologi yang berperan penting dalam peningkatan kuantitas dan kualitas produk pertanian seperti varietas unggul tanaman padi, palawija dan hortikultura yang telah diadopsi oleh petani secara luas. Ini merupakan kontribusi nyata dalam pembangunan pertanian di Indonesia.

“Keberhasilan diseminasi dan adopsi teknologi varietas unggul ditentukan antara lain oleh kemampuan produsen dan industri benih guna memasok dan menyediakan benih secara tepat hingga ke petani. Oleh karena itu, sistem pembenihan yang tangguh sangat diperlukan untuk mendukung upaya peningkatan produksi dan mutu produk pertanian,” jelas Tina Maryana.

Pelaksanaan rencana pembangunan Balai Benih Tanaman Pangan di Kabupaten Pangandaran, sambung Tina, harus berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas yang berkesinambungan. Upaya yang dilakukan dalam pembangunan balai benih tersebut, harus sesuai dengan anggaran yang tersedia. Sehingga, diperlukan strategi dalam menentukan rencana pembangunan yang meliputi gudang processing, gudang benih, kantor, laboratorium, gudang saprodi, gudang alat dan lantai jemur.

“Harapan dari pembangunan Balai Benih Tanaman Pangan ini supaya dapat memenuhi kebutuhan benih bersertifikat, khususnya komoditi padi. Sehingga, produksi dan produktivitas tanaman pangan di Pangandaran dapat meningkat,” kata Tina Maryana lagi.

Selain program pembangunan Balai Benih, lanjut Tina, di bidangnya telah melaksanakan program cetak sawah didampingi oleh TNI yang berlokasi di Kecamatan Cimerak di Desa Masawah dengan target 24,8 Ha dan Desa Kertaharja dengan target 33 Ha. Selain itu, subsidi benih kepada petani dengan harga beli petani Rp. 2.500 perkilogram yang mana seharusnya Rp. 10.000 perkilogram.

“Kami juga melaksanakan program bantuan alat mesin pertanian yang merupakan bantuan dari Provinsi dan Pusat yang diserahkan melalui Koordinator Kecamatan. Yang telah didistribusikan kepada kelompok penerima sejumlah 170 unit dengan rincian traktor roda 2 sebanyak 57 unit,  pompa air 44 unit, cultivator 16 unit,  hand sprayer 41 unit, rice transplanter 5 unit,  combine harvester kecil 3 unit,  dan combine harvester sedang 4 unit,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, U Supriadi, pihaknya melaksanakan program Upsus Siwab, yakni Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting. Program ini merupakan salah satu program yang dicanangkan Kementerian Pertanian untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri.

Program tersebut, jelas U Supriadi, dituangkan dalam peraturan Menteri Pertanian No. 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting yang ditanda tangani Menteri Pertanian pada tanggal 3 Oktober 2016.

“Program ini memiliki tujuan mewujudkan komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada daging sapi yang ditargetkan tercapai pada 2026 dan mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat,” jelas U Supriadi.

Ia menjelaskan, data produksi se Kabupaten Pangandaran bidang peternakan dan kesehatan hewan selama tahun 2017 ini meliputi ayam buras dagingnya sebanyak 393,08 ton, telur 260,43 ton, ayam ras pedaging sebanyak 284,55 ton, ayam ras petelur daging 61,21 ton dan telurnya 1.051,10 ton, Itik dagingnya 34,74 ton dan telurnya 362,78 ton. Adapun untuk data sapi potong, dagingnya mencapai 572,51 ton dan kerbau daging 2,40 ton, domba daging 78,78 ton dan kambing daging sebanyak 14,10 ton.

Di lokasi terpisah, Kepala Bidang Perkebunan, Herdianto, mengatakan, bidangnya memiliki tiga pokok program selama tahun 2017 ini, yakni program pembinaan lingkunngan sosial dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2017. Adapun kegiatannya meliputi pembangunan jalan produksi perkebunan di 4 kelompok tani.

Program kedua, kata Herdianto, adalah kegiatan penanganan panen dan pasca panen bahan baku, yakni penyerahan bantuan hibah barang kepada 4 kelompok tani tembakau berupa bantuan pembangunan jalan dan ditambah 2 kelompok tani.

“Yang terakhir, kegiatan pembinaan dan pelatihan keterampilan /kerja petani tembakau di tujukan untuk 6 kelompok tani tembakau tadi,” jelasnya.

Adapun Kepala Bidang Penyuluhan, Enjen Rohjena, mengatakan, pihaknya melaksanakan kegiatan Jaringan Komunikasi Penyuluh Pedesaan (JARKOMLUHDES) yang anggarannya berasal dari Banprov.

“Untuk tahun 2017, kami melalui JARKOMLUHDES baru hanya mampu memenuhi dan membina di 20 Desa se Kabupaten Pangandaran. Sebab, karena keterbatasan tenaga di internal dinas yang memiliki 18 PNS dan 30 THL. Idealnya kan satu desa itu satu tenaga penyuluh untuk memudahkan kordinasinya,” kata Enjen Rohjena.

Ia menambahkan, program selanjutnya adalah Kartu Tani dalam rangka penerapan pemupukan berimbang oleh petani. Karena itu, diperlukan kebijakan subsidi pupuk agar pengelolaan subsidi pupuk bisa berjalan optimal. Program ini, pemerintah menetapkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 69/permentan/SR.310/12/2016 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi untuk sektor pertanian tahun 2017. Selain itu, pemerintah juga mengatur bahwa pupuk bersubsidi diperuntukan bagi petani atau kelompok tani yang terdaftar dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).         

“Pencapaian visi misi tersebut dengan mencanangkan program kerja petani sejahtera. Antara lain dengan menerbitkan kartu tani sebagai solusi pembayaran dan monitoring untuk penyaluran pupuk bersubsidi,” pungkasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data simluhtan per tanggal 08 Desember 2017, jumlah petani di Pangandaran sebanyak 29.423 dan target Kartu Tani tahun 2017 sebanyak 25.300. Adapun realisasi Kartu Tani sampai tanggal 08 Desember 2017 sebanyak 25.321 dan target kartu tani tahun 2018 sebanyak 29.423. (Mad/Koran HR)