Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita PangandaranWarga Langkaplancar Pangandaran Keluhkan Listrik Sering Mati

Warga Langkaplancar Pangandaran Keluhkan Listrik Sering Mati

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Masyarakat Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran mengeluhkan seringnya pemadaman listrik yang hampir terjadi setiap hari. Sehingga, keadaan tersebut dinilai merugikan masyarakat lantaran tidak bisa menikmati manfaat keberadaan listrik sebagaimana mestinya.

Syarif Haerul Anwar, salah satu masyarakat yang juga anggota DPRD Pangandaran asal Langkaplancar, mengatakan, seringnya pemadaman listrik di wilayahnya tersebut harus diselesaikan oleh internal PLN. Sebab, masyarakat merasa dirugikan dengan pemadaman tersebut.

“Masyarakat minta PLN bertanggung jawab dan memberikan aksi yang nyata dalam memberikan pelayanannya secara profesional,” kata Syarif kepada Koran HR, Senin (18/12/2017).

Ia mengungkapkan, bahwa pemadaman listrik di wilayah Langkaplancar bukan hanya akhir-akhir ini saja, akan tetapi sudah berlangsung lama. Bahkan, dalam waktu satu hari bisa terjadi 2 sampai 3 kali pemadaman. Karena itu, persoalan tersebut dinilainya akibat kelalaian para petugas PLN.

“Intinya kami meminta PLN bekerja dengan serius dalam melayani masyarakat. Jika hal ini sering terjadi dan terus menerus, barang elektronik masyarakat banyak yang rusak dan juga banyak lagi yang dirugikan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, SPV Teknik PLN Rayon Banjar, Dody Prasetyo, mengakui akhir-akhir ini jaringan listrik di wilayah Langkaplancar sering terjadi pemadaman. Menurutnya, hal tersebut disebabkan kondisi geografis Langkaplancar yang didominasi pepohonan produktif masyarakat, seperti pohon cengkih, albasia serta pohon lainnya dan jalur listrik banyak yang melewati daerah pesawahan.

“Untuk solusinya, kami mohon bantuan dan izinnya kepada masyarakat yang memiliki pohon di dekat jaringan untuk memangkasnya sendiri, bahkan bisa kita bantu. Soal izin tentu harus ditempuh karena erat kaitannya dengan mata pencaharian warga,” jelasnya kepada Koran HR melalui sambungan telepon, Selasa (19/12/2017).

Ia menjelaskan, cuaca saat ini yang tergolong ekstrem menimbulkan banyak pohon di sekitar jariangan SUTM 20 JV tertimpa pohon yang tumbang. Untuk langkah antisipasinya, PLN memasang pemutus otomatis untuk mendeteksi gangguan di Karangnangka dan Reksabaya.

“Selain melakukan pemeliharaan secara rutin, kita sudah mengganti pemutus manual menjadi elektrik di wilayah Cidolog dan Goler guna mempercepat serta memprediksi sistem panel untuk back up pasokan listrik dari penyulang lain. Langkah tersebut merupakan upaya percepatan pemulihan apabila terjadi gangguan,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Manager PLN Rayon Pangandaran, Pilih Kondhang. Meski wilayah yang sering padam di Langkaplancar, namun wilayah kerjanya itu masuk wilayah PLN Banjar. Kendati demikian, ia mengakui secara geografis jaringan PLN di wilayah Langkaplancar banyak melalui pohon produktif milik masyarakat serta pohon tumbang yang menyebabkan listrik padam.

“Jika petugas PLN melakukan pemangkasan pohon, tentu harus izin dulu ke masyarakat pemilik pohon. Sebab, kita tidak berani melakukan pemangkasan pohon tanpa ada izin,” katanya.

Selama ini, kata Pilih, PLN sudah konsisten melakukan pemeliharaan agar listriknya tidak padam. Namun karena kondisi geografisnya seperti itu, ke depan PLN akan lebih meningkatkan pemeliharaan melalui bekerjasama dengan pemerintah setempat, maupun tokoh masyarakat.

“Adapun pekerjaan investasi PLN yang dilakukan di Desa Bangunkarya pada bulan ini kita melakukan link feeder dengan pasokan dari Kecamatan Parigi yang berfungsi sebagai penambahan pasokan ke Langkaplancar. Ini untuk meningkatkan kehandalan jaringan,” jelas Pilih Kondhang lagi.

Masih dikatakan Pilih, pihaknya juga memohon bantuan dan izin kepada masyarakat yang memiliki pohon dekat dengan jaringan, apabila ada petugas yang melaksanakan pemangkasan untuk diizinkan. Sebab, tanpa adanya izin dari pemilik pihaknya tidak berani dan tidak mungkin melakukan pemangkasan pohon yang dapat berdampak pada kehandalan pasokan listrik. 

“Pada prinsipnya PLN juga tidak mau listrik padam. Sebab, hal tersebut juga merugikan PLN. Kami berkomitmen untuk terus berusaha memperbaiki kinerja agar tidak terjadi lagi sering padam yang di rasakan oleh masyarakat,” pungkas Pilih Kondhang. (Mad/Koran HR)