Rabu, Agustus 17, 2022
BerandaBerita BanjarWirausaha Mahasiswa Banjar, Kader HMI Jual Telur & Beras

Wirausaha Mahasiswa Banjar, Kader HMI Jual Telur & Beras

Kader HMI Kota Banjar, saat membungkus telur yang siap dipasarkan. Photo: Istimewa.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Setiap tahun, angka pengangguran di Indonesia terus membayang-bayangi masyarakat maupun pemerintah, terlebih angka kelulusan perguruan tinggi di Indonesia tidak luput dari bertambahnya pengangguran dari kalangan sarjana yang mencapai ratusan ribu.

Meningkat atau menurunnya angka pengangguran dari kalangan sarjana, tidak bisa terlepas dari paradigma berpikir generasi muda, yakni memiliki cita-cita bekerja di sektor formal atau menjadi pegawai. Sementara itu, lapangan pekerjaan yang minim dan terbatas tidak mampu menampung lulusan sarjana.

Kendati fenomena pengangguran lulusan sarjana menjadi momok mengerikan, namun bagi sejumlah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjar, justru menjadi tantangan tersendiri dengan membuat berbagai terobosan baru, khususnya di bidang wirausaha.

Ramdani, salah satu aktivis HMI Kota Banjar, mengatakan, fenomena pengangguran dari berbagai basic pendidikan baginya tidak menjadi persoalan utama. Sebab, paling utama adalah mengubah pola pikir masyarakat, khususnya mahasiswa, agar bisa mandiri dan siap bersaing di tengah-tengah masyarakat.

“Kami lihat masih banyak mahasiswa yang suka hura-hura, dan itu sangat berdampak besar di kemudian hari setelah lulus kuliah. Maka dari itu, saya bersama teman-teman di HMI mencoba belajar bisnis kecil-kecilan dengan berdagang telur dan beras,” tuturnya, kepada Koran HR, Selasa (12/12/2017).

Melalui kegiatan berdagang telur dan beras yang dimulainya belum lama ini, lanjut Ramdani, akan menjadi motivasi tersendiri bagi kader HMI yang ikut langsung kegiatan tersebut, maupun bagi masa depan organisasi. Sebab, jiwa mandiri dengan menekuni dunia wirausaha sejak dini diyakini bakal menjadi bekal setelah selesai belajar di kampus maupun di organisasi.

Berkat dukungan dari para kader maupun alumni, dia berharap kegiatan wirausaha yang dilakukannya itu bisa berjalan dengan lancar. Ramdani mengakui, meski sebelumnya pernah berbisnis entok dan sempat terhenti, namun pada prinsipnya dia bersama rekan-rekannya terus memilah dan memilih bisnis yang bisa dijalani oleh mahasiswa, terutama kader HMI.

Dia juga mengatakan, mental anggota sebuah organisasi harus benar-benar diuji dengan berbagai hal. Termasuk jiwa kemandirian dalam bentuk membuka peluang usaha bersama saat masih di organisasi.

“Kita tidak ingin dianggap aneh-aneh oleh sebagian masyarakat dengan membuktikan kegiatan semacam ini. Tentunya kegiatan ini juga hanya sebagai sampingan. Jadi, kuliah maupun kegiatan organisasi tetap jalan terus,” kata Ramdani.

Menanggapi anggotanya menggeluti dunia wirausaha, Ketua HMI Kota Banjar, Joko Nurhidayat, mengaku kalau dirinya sangat mengapresiasi keberanian kader-kader HMI yang mau membesarkan organisasi dengan berbagai cara positif, seperti menekuni dunia wirausaha.

“Ini adalah bentuk ikhtiar menjaga keberlangsungan roda organisasi HMI Banjar. Tak hanya itu, ini juga bagian dari uji mental kader sebelum mereka terjun di tengah-tengah masyarakat. Jadi, setelah nanti paripurna di HMI maupun lulus kuliah, mereka tidak bingung lagi,” tegasnya.

Melihat kondisi mahasiswa di Banjar saat ini, Joko menilai para pemuda dan mahasiswa sebagai salah satu stok generasi ke depan, harus bisa bersama-sama mengembangkan potensi yang ada. Sebab, mahasiswa sebagai agen of change diyakini mampu membuat inovasi baru yang kreatif dalam proses pembangunan daerah.

“Kegiatan seperti itu juga bagian dari tes kepekaan Pemkot Banjar terhadap kegiatan kepemudaan dan kemahasiswaan. Mudah-mudahan semuanya bisa gayung bersambut melihat geliat positif para pemuda di Banjar,” pungkas Joko. (Muhafid/Koran HR)