Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita CiamisAlami Kebocoran Ginjal, Anak di Ciamis Ini Butuh “Uluran Tangan” Dermawan

Alami Kebocoran Ginjal, Anak di Ciamis Ini Butuh “Uluran Tangan” Dermawan

Nurkholis saat bersama keluarga dan Forum Mahasiswa Galuh Tabayyun (Formagat) di rumahnya. Foto: Heri/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Nurkholis, siswa kelas VI SDN 3 Sirnajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, memerlukan bantuan atau “uluran tangan” dermawan. Pasalnya, anak yatim piatu ini dinyatakan mengalami kebocoran ginjal dan harus menjalani pengobatan seminggu sekali.

Sepeninggal orang tuanya, Nurkholis kini tinggal bersama pasangan suami istri, Darsim dan Enoh, warga Dusun Sirnamulya, RT 05 RW 03, Desa Sirnajaya, yang tidak lain merupakan paman dan bibi.

Ketika ditemui Koran HR, beberapa waktu lalu, Darsim, membenarkan penyakit bocor ginjal yang dialami keponakannya tersebut. Menurut dia, saat ini Nurkholis harus menjalani pengobatan rutin seminggu sekali. 

“Nurkholis sudah tidak punya orang tua. Dia divonis dokter mengalami kebocoran ginjal. Untuk itu, dia harus menjalani pengobatan rutin seminggu sekali,” katanya. 

Awal menderita penyakit bocor ginjal, kata Darsim, Nurkholis mengalami demam tinggi dan perut membesar seperti sedang sakit kembung. Setelah dibawa ke Puskesmas, Nurkholis lalu dirujuk agar berobat ke RSUD Ciamis.

“Di RSUD Ciamis, Dokter menidagnosa Nurkholis mengalami kebocoran pada ginjal. Sekarang, untuk pengobatan rutin, biaya yang harus kami keluarkan sekali berobat antara Rp. 200 sampai 400 ribu,” katanya.

Kepada Koran HR, Darsim mengaku sering merasa sedih ketika nyeri yang dirasakan Nurkholis kambuh. Karena keterbatasan materi, Darsim kadang tidak mampu memfasilitasi pengobatan penuh untuk keponakannya.

“Kami sekeluarga berharap Nurkholis bisa berobat ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan layak dan maksimal. Kami juga berharap ada bantuan dari dermawan ataupun pemerintah,” katanya.

Di tempat terpisah, Ketua Forum Mahasiswa Galuh Tabayyun (Formagat), Ade Ainul Yakin, membenarkan kondisi yang dialami Nurkholis. Pihaknya meminta pemerintah dan dermawan bersedia membantu pengobatan anak yatim piatu tersebut. 

“Melalui Rumah Peduli Formagat (RPF), kami hanya bisa memberikan sedikit bantuan untuk membantu meringankan beban pihak keluarga,” katanya. 

Senada dengan itu, Ketua Rumah Peduli Formagat (RPF), Aep Supriyadi, menambahkan, pihaknya akan memfasilitasi Nurkholis untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, salah satunya dengan mendapatkan Kartu Waluya. 

“Mudah-mudahan nanti (Kartu Waluya) dapat membantu meringankan biaya proses pengobatan Nurkholis. Pihaknya juga mengajak dermawan untuk membantu Nurkholis secara langsung ataupun lewat RPF,” katanya. (Heri/Koran HR)