Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita PangandaranDi Pangandaran, Demiz Resmikan Program Kotaku dan Sanimas

Di Pangandaran, Demiz Resmikan Program Kotaku dan Sanimas

Penandatanganan Prasasti Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) oleh Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi di Kabupaten Pangandaran, di antaranya ke SMAN 1 Pangandaran dalam rangka menyelaraskan Program Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL).

Selain ke SMAN 1 Pangandaran, Demiz juga meninjau dan langsung meresmikan pembangunan rabat beton jalan, drainase, MCK, yang berlokasi di Dusun Bengkekan, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, serta meninjau sekaligus meresmikan pembangunan Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) yang berlokasi di Dusun Sirnagalih, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Senin (22/01/2018).

Dalam kunjungannya, Demiz datang bersama rombongan yang di antaranya Bappeda Provinsi Jabar Ir. Yeri Yanuar, Kabiro Pemerintahan Provinsi Jabar Drs. H. Abas basari M.si, Kabiro Perekonomian Provinsi Jabar Drs. Soedjayana MM, BKPP Wil IV Ir H. Koesmayadie Tatang Padmadinata, Kasatker PKP Provinsi Jabar Mujtahid Hidayat, serta Kepala Dinas Kimrum Provinsi Jabar Bambang.

Demiz mengatakan, kehadirannya ke Pangandaran dalam program Sanimas ini karena dinilainya sangat penting bagi masyarakat Pangandaran. Pasalnya, dengan meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat, maka produktivitas bertambah, termasuk kesejahteraan juga akan meningkat pula.

“Gerakan 100 persen air bersih, 0 persen tanpa kumuh, dan 100 persen sanitasi yang layak untuk masyarakat bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan permukiman di sekitar lokasi program. Ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pangandaran,” kata Demiz.

Ia menjelaskan, di Bandung ada program Sanitasi Bertumpu pada Masyarakat (Sabermas) yang sudah dimulai tahun 2015. Adapun anggaran yang dikucurkan mencapai Rp. 651 miliar ditambah dengan program Sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas) yang seluruhnya mencapai Rp.765 miliar.

“Program ini diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan di Jawa Barat, termasuk di Pangandaran seiring produktivitas yang meningkat juga tentunya,” ujar Demiz.

Sementara itu, Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, mengatakan, bahwa program Sanimas di Pangandaran menggunakan konsep pemberdayaan masyarakat, mulai dari perencanaan, pembangunan, operasional dan pemeliharaan fasilitas Sanitasi untuk menyediakan prasarana air limbah bagi masyarakat didaerah kumuh dan padat.

“Di Pangandaran Sanimas sudah dua kali dilaksanakan, yakni tahun 2016 di Desa Wonoharjo, dan 2017 di Desa Cibenda Kecamatan Parigi. Kita berharap derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat kualitasnya serta meningkat pula kesejahteraannya,” jelas Adang.

Ia menambahkan, bahwa Sanimas yang berlokasi di Dusun Sirnagalih, Desa Cibenda ini dengan bentuk IPAL Komunal, jaringan perpipaan, serta pembangunan bak kontrol yang mana bisa melayani 50 kepala keluarga. Sedangkan untuk anggarannya sebesar Rp. 400 juta dari APBN.

“Mudah-mudahan bermanfaat untuk masyarakat,” kata Adang Hadari.

Pengentasan Permukiman Kumuh

Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, menambahkan, pemerintah terus berupaya memaksimalkan pelayanan dasar dengan penguatan kapasitas Pemda dan masyarakat, kelembagaan, perbaikan infrastruktur serta pendamping teknis untuk tercapainya RPJMN 2015-2019, yakni pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi nol persen.

“Melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang mana penanganannya di daerah dengan mengintergrasikan berbagai sumber daya dan sumber pendanaan, baik dari pusat, provinsi, daerah, swasta serta masyarakat diharapkan dapat mengentaskan permukiman kumuh perkotaan menjadi nol persen,” jelas Adang.

Di Pangandaran, sambung Adang, sudah terbentuk 8 Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di delapan desa, satu Busines Development Centre (BDC) serta para relawan yang aktif. Sementara itu,  luas wilayah sasaran Program Kotaku di Pangandaran seluas 295,3 hektar yang tersebar di 8 desa, yakni Desa Pangandaran, Pananjung, Babakan, Wonoharjo, Purbahayu, Sidomulyo, Sukahurip, dan Pagergunung. 

“Bantuan Dana Investasi (BDI) untuk program Kotaku ini di Pangandaran sejak 2012 hingga 2017 sebesar Rp. 4,340 miliar, dengan rincian PPMK Rp. 1 miliar, BDC Rp.1,5 miliar, Peningkatan Kapasitas Masyarakat (PKM) Rp. 90 juta, dan Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) Rp. 1,75 miliar. Dengan kegiatan infrastruktur program Kotaku yang sudah diresmikan oleh Pak Wakil Gubernur tadi diharapkan program ini terus berkelanjutan,” jelas Adang Hadari lagi.

Dari informasi yang dihimpun, dalam realisasi program Kotaku ini, di antaranya pembangunan jalan lingkungan sepanjang 565 meter, drainase 2.193 meter, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 1 unit, MCK 2 unit, SPAL 1 unit, dan hidrant 7 unit yang berlokasi di Dusun Bengkekan, Desa Sukahurip, dengan luas kawasan kumuh seluas 11,08 hektar. Sedangkan kegiatan infrastruktur yang sudah dibangun oleh program Kotaku ini, yaitu Sumur Bor 1 unit, perpipaan 500 meter, MCK 1 unit, drainase 528 meter, dan jalan rabat beton sepanjang 352 meter. (Mad/Koran HR)