Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita BanjarDilantik, PMII Banjar Dituntut Mampu Jawab Tantangan Zaman

Dilantik, PMII Banjar Dituntut Mampu Jawab Tantangan Zaman

 

 

Pelantikan PC PMII Kota Banjar di Aula STAIMA Kota Banjar. Foto: Muhafid/HR 

Berita Banjar, (harapanrakyat.com), –

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar hadiri pelantikan PMII periode 2017-2018 dan bedah buku “Bung” Mahbub Djunaidi di Aula STAIMA Kota Banjar, Kamis (18/01/2018).

Rangkaian acara yang diawali pembacaan ayat suci Al Qur’an 30 juz oleh Kader-kader PMII ini, juga dihadiri cabang-cabang PMII se Priangan Timur, HMI Kota Banjar, GMNI Banjar, PKC PMII Jabar, PB PMII serta tamu undangan dari pemerintah Kota Banjar.

Ketua PMII Kota Banjar, Sirojul Muntaha, mengatakan, bahwa dalam kepemimpinannya ia mengharapkan semua pengurus untuk menjalankan amanat organisasi sebagaimana aturan dalam PMII. Ia juga menegaskan bahwa PMII harus berperan di tengah-tengah masyarakat, khususnya di Kota Banjar.

“Kita sebagai mahasiswa yang menjadi agen of change harus mampu menghadapi kondisi saat ini di era global. PMII harus mengambil peran ini demi mewujudkan Indonesia lebih baik,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, perwakilan Mabincab PMII Banjar, Irfan Syaeful Rahman, mengapresiasi kepengurusan PMII saat ini yang telah mampu kegiatan tersebut dalam rangka menjalankan amanat organisasi.

“Mudah-mudahan kepengurusan saat ini mampu mewarnai dinamika yang ada di Kota Banjar dan teruslah melaksanakan kaderisasi sebagaimana organisasi PMII, yakni organisasi kaderisasi,” katanya.

Sementara itu, Fachrurrizal, Ketua PKC PMII Jabar, menegaskan bahwa PMII harus mampu menghadapi tantangan global saat ini. Termasuk, kader PMII mampu menjawab tantangan untuk mewarnai berbagai sektor baik secara lokal maupun nasional.

“Kami harapkan PMII Kota Banjar tetap berjalan sebagaimana mestinya, khususnya di bidang kaderisasi. Sebab, di dalam proses tersebut merupakan tahapan untuk mencapai yang diharapkan,” katanya.

Muchtar, perwakilan PB PMII, menyampaikan, pengawalan kaderisasi guna memaksimalkan estafet roda organisasi. Termasuk, pengawalan kader di semua kampus baik yang ada PMII maupun belum ada PMII-nya.

“PMII juga harus mampu melakukan konsolidasi dengan para kyai yang ada di sekitar kita. Sebab, kita lahir dari para ulama dan kyai, dan di situ adalah ruh kita, termasuk juga harus konsolidasi dengan para pemangku kebijakan. PMII di Banjar juga harus peka dan jadi kontrol sosial di Banjar. Kami juga harap untuk terus membudayakan literasi untuk memperkuat kemampuan kita dalam mewujudkan yang diharapkan,” ujarnya. (Muhafid/R6/HR-Online)