Gara-gara Saluran Pembuangan Tidak Berfungsi, Sawah Seluas 300 Hektar di Ciamis Ini Tidak Produktif

Area pesawahan seluas 300 hektar di wilayah Rawa Cibeureum, Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pemanfaatan area pesawahan seluas 300 hektar di wilayah Rawa Cibeureum, Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, belum maksimal. Akibatnya, produktifitas lahan sawah di area tersebut masih rendah.  

Kosasih, petani setempat, ketika ditemui Koran HR, beberapa waktu lalu, meminta Pemerintah Kabupaten Ciamis mencari jalan keluar untuk persoalan yang kini dihadapi oleh para petani. 

Menurut Kosasih, lahan sawah seluas 300 hektar di wilayah Rawa Cibeureum selalu digenangi air. Salah satu penyebabnya adalah karena saluran pembuangan di area tersebut tidak berfungsi dengan baik.

“Gara-gara saluran pembuangan tidak berfungsi, area pesawahan ini tidak bisa dimanfaatkan untuk tanam padi. Bahkan setiap tahun kami selalu gagal panen. Untuk itu kami berharap pemerintah mencari solusinya,” kata Kosasih.

Senada dengan itu, Agus Samal, petani lainnya, mengatakan bahwa Rawa Cibeureum merupakan lahan pertanian yang memiliki luas sekitar 300 hektar. Menurut dia, lahan seluas itu tidak pernah menghasilkan apa-apa bagi petani.

“Padahal jika lahan itu difungsikan, niscaya warga Cibeureum tidak akan mengalami kekurangan pangan. Kami ingin pemerintah segera merealisasikan harapan petani agar ketahanan pangan stabil dan perekonomian masyarakat terdongkrak,” katanya.

Agus menuturkan, salah satu langkah konkrit yang bisa dilakukan pemerintah daerah adalah membuat saluran pembuangan air rawa Cibeureum. Menurut dia, petani sudah berulang kali meminta bantuan kepada pemerintah, tapi sayang sampai saat ini belum terealisasi.

Kepala Desa Kutawaringin, Slamet Bahtiar, ketika ditemui Koran HR, menuturkan, area rawa Cibereum merupakan aset pertanian milik masyarakat. Menurut dia, lahan tersebut memerlukan perhatian khusus dari pemerintah. 

“Kendala satu-satunya rawa Cibeureum adalah tidak berfungsinya saluran pembuangan, sehingga air tidak bisa mengalir dan terus merendam areal ini. Kami sudah berkodinasi dengan pemerintah daerah agar segera membuatkan saluran pembuangan. Selain itu, kami juga sudah mengajukan proposal kepada pemerintah pusat,” katanya. (Suherman/Koran HR)

KOMENTAR ANDA