Minggu, Agustus 14, 2022
BerandaBerita PangandaranIwan M. Ridwan Terjun ke Politik Atas Dukungan Rakyat

Iwan M. Ridwan Terjun ke Politik Atas Dukungan Rakyat

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M. Ridwan. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Karier politik yang merangkak dari bawah dan mengemban jabatan politik atas dorongan serta dukungan penuh dari rakyat, membuat Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M. Ridwan, konsisten dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, khususnya di daerah pemilihannya. 

Awal kiprahnya, Iwan berkecimpung di dunia pendidikan sebagai tenaga pengajar honorer di salah satu sekolah swasta di Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Selain itu, dia pun aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan selalu ditokohkan dalam berbagai hal yang menyangkut dengan kepentingan masyarakat. 

Pada tahun 2005, Iwan memutuskan terjun ke dunia politik dan bergabung dengan PDIP. Karena pengabdiannya sudah teruji di masyarakat, akhirnya dia didapuk sebagai Ketua PAC PDIP Kecamatan Mangunjaya. Setelah bergabung dengan partai politik, membuat dia semakin leluasa dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. 

Saat berbincang dengan Koran HR, pada sebuah kesempatan, Iwan mengaku bahwa perjalanan karier politiknya benar-benar berangkat dari nol. Awalnya, kata dia, dirinya tidak memiliki niat terjun ke dunia politik. Ikut berkecimpung dalam kegiatan kemasyarakatan pun lantaran terdorong dari profesinya sebagai guru. “Kalau di kampung, masyarakat sangat menghargai seorang guru. Peran guru tidak hanya sebagai pendidik di sekolah, tetapi juga selalu diminta terlibat dalam setiap kegiatan kemasyarakatan,” ujarnya.

Setelah aktif di masyarakat, Iwan pun sering dipercaya mengurus berbagai kegiatan dan mengusulkan aspirasi masyarakat di daerahnya ke pemerintah daerah. “Setelah sering dipercaya oleh masyarakat, waktu itu saya berpikir untuk bergabung dengan salah satu parpol. Sebab kalau masuk parpol akan semakin memudahkan langkah saya memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujarnya. 

Baru sekitar satu tahun bergabung dengan PDIP atau tahun 2005,  Iwan langsung didorong oleh kader partai berlambang moncong putih ini untuk menjadi Ketua PAC Kecamatan Mangunjaya. Setelah memiliki posisi di partai politik, benar saja Iwan semakin leluasa memperjuangkan aspirasi masyarakat Kecamatan Mangunjaya.  “Kebetulan waktu itu Pak Jeje (Bupati Pangandaran) menjabat sebagai Ketua DPRD Ciamis. Melalui Pak Jeje, banyak usulan pembangunan dari Mangunjaya yang terealisasi. Selain itu, ada juga yang langsung mengusulkan aspirasi pembangunan ke Pemkab Ciamis. Alhamdulilah banyak usulan yang terealisasi,” katanya.

Setelah beberapa tahun konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat melalui jalur partai politik, akhirnya kader PDIP dan masyarakat Mangunjaya mendorong Iwan untuk maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu tahun 2009. Kebetulan waktu itu sebagian besar masyarakat Mangunjaya menginginkan ada wakil rakyat dari daerahnya. Karena sepanjang sejarah belum pernah ada anggota DPRD Ciamis dari Mangunjaya. “Setelah mendapat dukungan dari masyarakat, khususnya warga Kecamatan Mangunjaya, akhirnya saya terpilih sebagai anggota DPRD Ciamis dengan meraih suara terbanyak di internal PDIP untuk dapil 4 Kabupaten Ciamis” ujarnya. 

Menurut Iwan, meski meraih suara terbanyak, namun dirinya tidak melakukan politik uang. Padahal, kata dia,  pada Pemilu waktu itu dirinya harus bersaing dengan sejumlah caleg yang melakukan politik uang. “Dari pengalaman itu, saya semakin yakin bahwa masyarakat kita sudah semakin cerdas dalam berpolitik. Buktinya, walau basis massa saya waktu itu digempur oleh caleg-caleg yang melakukan politik uang, namun tetap saja mereka kabanyakan memilih saya,” katanya. 

Bahkan, lanjut Iwan, ketika dirinya kembali maju pada Pemilu tahun 2014 pun tidak melakukan politik uang. Padahal, menurutnya, praktek politik uang pada Pemilu 2014 semakin marak dan masif. “Meski begitu, perolehan suara saya pada Pemilu 2014 naik siginifikan dan kembali terpilih sebagai Anggota DPRD Ciamis. Intinya, dengan terus berkomunikasi dengan masyarakat dan membuktikan aspirasinya diperjuangkan oleh wakil rakyatnya, Insya Allah akan mendapat tempat di hati masyarakat. Artinya, saya terus berusaha meyakinkan hati masyarakat dengan memberikan bukti. Cara itu tentunya lebih bermartabat dibanding harus membeli suara masyarakat dengan uang,” tegasnya. 

Setelah terpilih kembali sebagai Anggota DPRD Ciamis pada Pemilu tahun 2014, setahun kemudian atau saat pembentukan DPRD Pangandaran (Pasca  Pangandaran mekar dari Ciamis tahun 2012), Iwan pun ikut beralih tugas ke kabupaten baru. Hal itu menyusul Kecamatan Mangunjaya, tempat dia berdomisili, masuk bagian dari wilayah Kabupaten Pangandaran. “Alhamdulilah, setelah pindah tugas ke Pangandaran, partai memberikan amanah kepada saya untuk menjadi ketua DPRD,” ucapnya. 

Selama berkiprah sebagai wakil rakyat dalam dua periode, Iwan banyak memberikan kontribusi. Selama menjadi anggota DPRD Ciamis, dia dipercaya menjadi anggota badan anggaran (Bangar) dan selalu ditunjuk memimpin panitia khusus (Pansus) DPRD. Selama menjadi Ketua DPRD Pangandaran pun banyak gagasan dan pemikirannya berbuah menjadi Perda yang diusulkan dari hak inisiatif DPRD. 

Menurut Iwan, sebagai daerah otonom baru, Pangandaran tentunya harus menjadi daerah maju di Jawa Barat dan efeknya harus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Hal itu sebagaimana cita-cita masyarakat yang waktu itu memperjuangkan pemekaran Pangandaran. “Sebagai ketua DPRD tentunya saya harus peka terhadap aspirasi masyarakat. Bersama Pak Bupati (Jeje Wiradinata), seluruh aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya perubahan pasca pemekaran, terus kami perjuangkan,”  ujarnya. 

Program-program populis yang diusung Bupati Pangandaran pun dirancang dan ditetapkan dalam Perda RPJMD Kabupaten Pangandaran. Sebagai ketua DPRD, kata Iwan, dirinya terus mengawal agar program-program populis tersebut seluruhnya terealisasi dengan baik. “Seperti penataan kawasan objek wisata, peningkatan infrastruktur khususnya jalan, program sekolah gratis hingga tingkat SMA/SMK, program raskin gratis, penyediaan pelayanan kesehatan memadai dan gratis serta peningkatan kegiatan keagamaan melalui program Pangandaran Mengaji dan Ajengan Masuk Sekolah, sudah berjalan dengan baik. Dampaknya pun kini sudah dirasakan masyarakat,” terangnya. 

Meski begitu, Iwan pun tidak memungkiri bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki dan ditingkatkan pada program-program yang diusung oleh pemerintah daerah. Bersama Bupati Jeje, dirinya berkomitmen untuk bahu membahu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Pangandaran. ***