Jelang Panen, Warga Sidamulih Pangandaran Gelar Tradisi Ngayun Pare

Paguyuban Lembaga Adat Kabupaten Pangandaran, bersama warga Dusun Karanghonje, Desa Sidamulih, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, saat menggelar tradisi Ngayun Pare. Photo: Madlani/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Menjelang panen padi, sejumlah warga di Dusun Karanghonje, Desa Sidamulih, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menggelar ritual tradisi adat ngayun pare (padi), Minggu (21/01/2018).

Tradisi tersebut merupakan salah satu ritual sakral yang dikalaborasikan dengan adat istiadat masyarakat setempat, disaat kondisi tanaman padi mulai berisi dan menjelang menguning.

Ketua Paguyuban Lembaga Adat Kabupaten Pangandaran, Erik Krisna Yudha, mengatakan, ada tiga ritual budaya sakral yang melekat di masyarakat pada tradisi menanam padi.

“Ritual tradisi adat tersebut diantaranya, ngitung poe atau tandur, ngayun pare dan miteumbeuyan,” terangnya.

Lebih lanjut Erik mengatakan, untuk ritual ngitung poe dilaksanakan menjelang tandur atau musim tanam padi, ngayun pare dilaksanakan 2 bulan setelah penanaman padi, dan miteumbeuyan dilaksanakan setelah panen padi.

Rangkaian ritual tersebut merupakan salah satu cara melaksanakan syukuran dengan membacakan do’a atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

“Tradisi tersebut kini mulai punah dan terancam hilang. Untuk itu saya berpesan, masyarakat harus melestarikan tradisi leluhur supaya terjaga dan tidak punah,” pungkas Erik. (Mad2/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar