Sabtu, Agustus 20, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariKasihan, Warga Ciamis Ini Butuh Bantuan Rumah

Kasihan, Warga Ciamis Ini Butuh Bantuan Rumah

Nenek Amah (84), janda tua asal Dusun Cisaar, RT 002 RW 001, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat saat di rumahnya. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Nenek Amah (84), janda tua asal Dusun Cisaar, RT 002 RW 001, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terpaksa  harus tinggal di rumah tetangga lantaran rumah miliknya hangus akibat dilalap si jago merah, Sabtu (20/01/2018) malam.

Faktor ekonomi serta usia lanjut membuat janda tua yang hidup seorang diri dalam gubug bambu yang berukuran 4,5 X 7 meter ini tidak bisa berbuat banyak. Amah hanya bisa pasrah dan meratapi nasibnya dan mengharap bantuan untuk membangun kembali rumahnya.

Kepala Dusun Cisaar, Tatang Rahmat, saat dihubungi Koran HR, Selasa (23/01/2018), mengatakan, saat ini nenek Amah membutuhkan bantuan pembangunan rumah dan sembako untuk sehari-hari.

“Yang paling dibutuhkan saat ini adalah tempat tinggal dan makanan. Selama ini, nenek Amah yang hidup sebatang kara hanya mengandalkan belas kasian tetangga. Soalnya, dia tidak lagi mampu mencari nafkah,” katanya.

Tatang menyebutkan, rumah milik nenek Amah hangus dilalap si jago merah saat ditinggal menginap di rumah tetangga. Kuat dugaan, kebakaran tersebut dipicu oleh obat nyamuk bakar yang lupa tidak dipadamkan saat menginap.

“Obat nyamuk itu ditaruh di atas koper pakaian. Mungkin, obat nyamuk itu jatuh lalu membakar koper dan menjalar hingga menghanguskan rumah milik nenek Amah. Kejadiannya sekitar pukul 19.30 WIB,” katanya.

Kepala Desa Kertahayu, Saepudin didampingi Kasie Kesejahteraan, Dede Rusmana, membenarkan musibah yang dialami nenek Amah. Menurut dia, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja pemilik rumah kini kehilangan tempat tinggal.

“Setelah kejadian, kami langsung melakukan pendataan serta mengajukan permohonan bantuan kepada Pemkab Ciamis melalui BPBD serta Baznas. Mudah-mudahan pengajuan ini secepatnya ditindaklanjuti,” katanya. (Suherman/Koran HR)