Kepala BP3W VII Jabar Resmikan SMKN 3 Banjar sebagai Sekolah Ramah Anak

????????????????????????????????????

Kepala Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan Wilayah (BP3W) VII Jabar, Diding Gusutardy, melaunching SMKN Banjar jadi Sekolah Ramah Anak (SRA), di halaman sekolah setempat, Rabu (17/01/2018). Foto : Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kepala Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan Wilayah (BP3W) VII Jabar, Diding Gusutardy, meresmikan SMK Negeri 3 Kota Banjar sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA), Rabu (17/01/2018).

Peresmian tersebut ditandai dengan pemukulan gong, di halaman SMK Negeri 3 Kota Banjar, dengan disaksikan seluruh siswa-siswi, tenaga pendidik dan kependidikan, komite serta dihadiri pembina pengawas SMKN 3 Kota Banjar.

“SMKN 3 ini menjadi sekolah pertama di Kota Banjar yang berkomitmen dan siap menerapkan SRA. Makanya, kami resmikan atau melaunchingnya,” kata Diding Gusutardy, saat diwawancarai HR Online usai kegiatan.

Launching SRA di Jabar sendiri, ucap dia, sudah dilakukan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, di Bandung pada akhir bulan Desember 2017 lalu, yang harapannya semua SMA/SMK di Jabar bisa menjadi SRA.

“SRA di wilayah kerja kami ini tentu secara bertahap, dan di Kota Banjar ini sendiri baru SMKN 3. Kita sosialisasikan bersama ke setiap sekolah menengah atas agar siap dan mampu menerapkan SRA,” tandasnya.

Program SRA, jelas dia, bertujuan mengantisipasi aksi kekerasan di dunia pendidikan. Tak lain juga guna meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Untuk itu pula kemajuan pendidikan di sekolah itu tak luput dorongan, binaan, bimbingan serta bantuan para orang tua atau masyarakat.

“Kriteria SRA tak lain diarahkan sekolah menjadi lebih kondusifitas dan aman, yang dilakukan oleh tenaga pendidik dan kependidikan, pembina pengawas serta komite  terhadap siswanya, sehingga tidak terjadi permasalahan,” ujarnya.

Dengan demikian konsep SRA, sekolah yang prioritaskan kebutuhan anak sesuai karakter masing-masing. Sekolah wajib memberikan yang terbaik untuk anak. Terpenting, tegasnya, selama proses kegiatan belajar mengajar. Namun tanpa boleh ada kekerasan fisik dan psikis.

“Jadi guru dituntut lebih profesional, siswa pun harus taat sama aturan sekolah dan menjalankan dengan baik tanpa melanggarnya. Pada akhirnya, untuk mencapai prestasi siswa dan sekolah sesuai diinginkan penanaman jalinan komunikasi yang baik, saling memahami akan meminimalisir kemungkinan kendala yang ada,” tandasnya.

Dia berharap, SMKN 3 jadi SRA ini terus terjalin hubungan yang baik antara kepala sekolah, tenaga pendidk dan kependidikan, komite serta pembina pengawas, tak terkecuali siswa bersama orang tuanya bersatu untuk memajukan visi misi masing-masing sekolah.

“Bagaimana pun keberhasilan SRA ditentukan semua stakeholder dan pihak-pihak terkait. Begitu pun dorongan dan suport pemdanya sendiri,” pungkasnya. (Nanks/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar