Kunjungan Presiden ke Banjar, HMI Sampaikan Tri Tumbak

Penyerahan tuntun HMI Banjar kepada Presiden Joko Widodo melalui protokoler Kepresidenan. Foto: Istimewa

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Saat presiden Jokowi berkunjung ke Kota Banjar, Selasa (16/1/2018) kemarin, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Banjar mengajukan tiga tuntutan mahasiswa Kota Banjar (Tri Tumbak). Hal tersebut diutarakan Joko Nurhidayat di sekretariat HMI Cabang Kota Banjar di Jalan Husen Kartasasmita, Rabu (17/1/2018). 

Menurutnya, nawa cita yang diproduksi sebagai cita-cita nasional pada rezim pemerintahan saat ini adalah 9 isu utama yang diproyeksi dapat mengeluarkan Indonesia dari segala keterpurukan yang tengah melanda. Namun pada kenyataanya, mahasiswa Kota Banjar masih menemui sejumlah kecemasan terhadap realisasi Nawa Cita tersebut. 

“Kita masih menyaksikan harga-harga-harga kebutuhan pokok belum stabil, penegakkan hukum masih belum ajeg, ketahanan pangan sebagai pangkal kekuatan ekonomi kita masih disangsikan, pembangunan demokrasi yang sejatinya adalah sistem pengelolaan kehidupan berbangsa dan bernegara yang bertujuan mensejahterakan masyarakat masih belum menemui hakikatnya,” ujarnya. 

Ia pun menambahkan, atas nama mahasiswa, khususnya HMI Kota Banjar, meminta bahwa Pilkada serentak sebagai grand design pemerintah dalam rangka penataan terhadap ectoral system dan electoral proses agar lebih efektif dan efisien, serta harus benar-benar dijadikan kepentingan nasional terutama aspek keamanan, netralitas aparatur negara dan pendidikan politik masyarakat. 

“Selain itu, juga ketahanan pangan yang bersumber dari sendi-sendi kekuatan rakyat adalah wujud kedaulatan rakyat yang sesungguhnya. Oleh karena itu, hentikan impor beras atau kebutuhan pokok masyarakat, berikan ruang seluas-luasnya bagi para petani Indonesia untuk memproduksi kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat serta kendalikan harga-harga kebutuhan lainnya,” imbuhnya. 

Ia pun meminta kepada pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, sebagaimana tertuang dalam Nawa Cita harus benar-benar diderivasi dalam bentuk pengembangan ekomomi daerah, pengembangan lembaga-lembaga pendidikan daerah terutama Perguruan Tinggi dan pengembangan budaya daerah. 

“Dalam hal ini, kami sebagai mahasiswa Kota Banjar juga menuntut hal-hal tersebut hadir di kota kami,” pungkas Joko. (Hermanto/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar