Melalui Seni Fruit Carving, Pemuda asal Banjar Bisa Keliling Dunia

Hasil karya seniman Fruit Carving, Wetz Shinoda (34), pemuda warga Lingkungan Tanjungsukur, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Tak hanya batu atau kayu saja yang bisa diukir, namun buah-buahan dan sayuran pun bisa  menjadi menarik dan cantik jika diukir oleh para seniman Fruit Carving. Seperti yang dilakukan Wetz Shinoda (34), pria asli kelahiran Banjar ini sudah keliling dunia dari hasil karya seni Fruit Carving-nya.

Memang tak banyak yang tahu sepak terjang pemuda warga Lingkungan Tanjungsukur, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar ini. Saat ditemui Koran HR di rumahnya, Selasa (02/01/2018), ia tengah mengerjakan suatu karya seninya, yakni mengukir sebuah Labu.

Dengan sangat teliti dan penuh kesabaran, pria bernama asli Wewet ini bisa menyulap buah-buahan yang tadinya utuh menjadi sebuah karya indah yang cantik dan menarik, serta memiliki nilai seni tinggi.

Menurut Wewet, biasanya media yang digunakan untuk sebuah karya Fruit Carving adalah buah-buahan yang berbentuk bulat, dan memiliki tekstur lunak, seperti pepaya, melon, semangka, labu, lobak, talas, dan lain-lain. Dalam memahat dan mengukir buah atau sayur hanya menggunakan alat-alat yang cukup sederhana, yaitu, cutter, pisau bergerigi dan tusuk gigi jika diperlukan.

“Pilih buah yang bulat atau besar seperti semangka atau labu, alatnya pun sederhana tinggal kita mengukirnya sesuai dengan selera seni masing-masing. Namun, dalam hal ini harus hati-hati dan teliti sehingga nantinya bisa menghasilkan suatu karya yang memesona,” ujar ayah tiga anak ini.

Suami dari Silvy Maera Anes ini pun telah menoreh beberapa prestasi, diantaranya sebagai juara III (Indonesian Team) Snow Scluptor International Competions di Harbin, Perbatasan China-Rusia pada Januari 2017, sebagai juri Fruit Carving Indonesia di Institute Pertanian Bogor (IPB), dan juri Fruit Carving Sahid Skill Competitions.

“Alhamdulillah, meski dari kota kecil, namun putra daerah bisa berbicara di tingkat nasional bahkan internasional,” ungkap anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Melalui fruit carving, putra pasangan Yoyo Suhendar dan Ratna Sumirat ini pun bertujuan ingin mengenalkan dan memajukan kuliner Indonesia, khususnya kota kelahirannya, yakni Banjar Patroman.

Kini, ia mulai berbisnis dan bekerjasama dengan Kedutaan Pertanian Amerika Serikat, IPB, dan EATOP (event kuliner Asia Tenggara) Yogjakarta. Selain itu, ia pun pernah mengisi berbagai acara kuliner di televisi nasional seperti Joint TV, The Rooftop Trans7, Pagi Pagi Net TV, Wonderfood Net TV, ACT Metro TV, TV Champion, MNC TV, Seputar Indonesia RCTI, dan DAAI TV. (Hermanto/Koran HR) 

KOMENTAR ANDA

Komentar