Mengukur Siapa Calon Pemimpin Banjar 2018-2023

Ilustrasi. Foto : net/ist.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Meski proses pendaftaran pasangan calon Wali Kota dan Wakil Walikota Banjar 2018 akan dibuka mulai 8-10 Januari 2018, namun sejumlah partai politik sudah mempunyai ‘jagoannya’ masing-masing.

Sampai saat ini, Minggu (7/1/2018), baru dua pasangan yang secara resmi mendeklarasikan diri untuk maju di Pilkada Kota Banjar 2018.

Pertama, dua partai besar di Kota Banjar yaitu Partai Golkar, PDI Perjuangan dan PKB berkoalisi untuk memasang paket Hj. Ade Uu Sukaesih, yang akan duet dengan Nana Suryana dari PDI Perjuangan. Deklarasi paket Ade-Nana tersebut saat acara jalan sehat dalam rangka memperingati HUT Golkar yang ke 53, di Taman Kota Lapang Bakti, Minggu (29/10/2017).

Kemudian yang kedua adalah pasangan H. Maman Suryaman dengan Hj. Irma Bastaman, yang diusung oleh PAN, Demokrat, PKS, PPP dan Hanura. Kepastian pasangan tersebut setelah DPD PAN Kota Banjar, menggelar rapat pleno yang dipimpin langsung oleh ketua pusat pemenangan pemilu DPW PAN Jabar, Hendra S Markusi, di Kantor DPD PAN Kota Banjar, Rabu (3/1/2018).

Reunian

Rupanya paket Golkar-PDI P bisa dikatakan sebagai reuni. Pasalnya, paket tersebut sebelumnya juga terjadi di Pilkada Kota Banjar 2003 dan 2008, yang waktu itu Golkar dan PDI P mengusung DR Herman Sutrisno dengan Akhmad Dimyati, dan berhasil menjadi kepala daerah selama dua periode.

Di Pilkada 2018 nanti, pasangan Hj. Ade Uu Sukaesih yang merupakan calon petahana, akan berpasangan dengan Ketua DPC PDI P Kota Banjar yang juga Wakil DPRD Kota Banjar, Nana Suryana.

Sebagai petahana, Ade Uu –Nana Suryana hanya perlu “melanjutkan” program-program mereka selama ini. Bahkan menurut lembaga survei ternama di Indonesia yaitu Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network/Deny JA, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Ade Uu Sukaesih sebagai incumbent, yaitu 62,7% mengaku cukup puas dan 12.8% sangat puas. Jika digabung menjadi sekitar 75% publik Kota Banjar puas terhadap kinerja Ade Uu.

Apalagi dalam kontek tingginya Angka kepuasan publik di atas 70% seperti ini, biasanya angka aman buat incumbent untuk terpilih lagi,” ucap Toto Izul Fatah, Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Deny JA/Peneliti Senior, dalam siaran Pers kepada koran HR, Selasa (12/12/2017).

“Penantang Lama, Rasa Baru”

Nama H. Maman Suryaman pasti sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kota Banjar. H Maman atau yang lebih terkenal dengan Maman Padud ini, pernah menjadi ‘lawan’ Hj Ade Uu di Pilkada 2013 lalu. Saat itu, H Maman berpasangan dengan artis nasional Wawan Ruswandi dari jalur perseorangan/independen.

Sebagai “penantang lama”, H Maman tentu tidak ingin dua kali kalah dari “rivalnya”. Untuk itu, di Pilkada Kota Banjar 2018 nanti, akan berpasangan dengan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis, Hj. Irma Bastaman untuk memuluskan jalannya menjadi “Banjar 1”.

Meski baru pertama kali ikut di Pilkada Kota Banjar, Irma Bastaman tentu mempunyai strategi dan program yang akan dijual ke masyarakat dalam kampanyenya nanti, yaitu menjadikan Kota Banjar lebih baik dari yang sekarang, dan akan membuat Kota Banjar sejajar dengan kota-kota besar.

“Saya memilih ikut Pilkada di Banjar karena saya merupakan asli orang Banjar. Dan cita-cita saya ingin merubah Banjar seperti dulu, yang mana dulu Banjar merupakan basis perdagangan atau perekonomian,” ucap Irma kepada HR Online, Senin (03/07/2017).

Rupanya pertarungan siapa yang menjadi pemimpin Kota Banjar di Pilkada 2018 nanti akan semakin menarik. Dua partai besar dan pemenang pemilu 2014 lalu yaitu Golkar dan PDI-P bersama PKB akan bertarung melawan koaliasi besar PAN, Demokrat, PKS, PPP dan Hanura. (Adi/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA