Pemkab Pangandaran Salurkan Rastra ke 29.575 KPM

Bupati Pangandaran saat meluncurkan bantuan sosial Rastra di halaman Kantor Bupati di Alun-alun Parigi. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Kabupaten Pangandaran meluncurkan bantuan sosial Beras Sejahtera (Rastra) kepada keluarga penerima manfaat di 10 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Pangandaran yang secara simbolik diserahkan di halaman Kantor Bupati Pangandaran di Alun-alun Parigi, Rabu (24/01/2018).

Penyaluran Rastra yang mana sebagai upaya penanggulangan kemiskinan di wilayah Pangandaran ini, juga sebagai strategi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti kebutuhan pangan, pendidikan, dan kesehatan. Diketahui, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Rastra ini sebanyak 29.575 KK.

Bupati Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan, pendistribusian secara simbolik bansos Rastra tahun 2018 ini salah satunya untuk menekan harga beras yang tinggi di pasaran. Selain itu, juga untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

“Masyarakat tidak perlu mikirin beras, mikirin biaya sekolah dan untuk biaya kesehatan kebutuhan dasar tersebut sudah ditangani pemerintah,” jelas Jeje.

Jeje menambahkan, pendistribusian Rastra ini berlangsung hingga Juli 2018 mendatang, setelahnya akan diganti dengan bantuan tunai yang mana keluarga penerima manfaat akan mendapatkan uang sebesar Rp. 110 ribu. Dari jumlah tersebut, nantinya akan dibelikan oleh KPM di warung yang sudah ditunjuk yang tersebar di tiap desa.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Apip Winayadi, mengatakan, penyaluran bansos Rastra bertujuan mengurangi beban pengeluaran serta pemenuhan bahan pokok bagi penerima manfaat yang ada di wilayah Kabupaten Pangandaran. 

“Bansos Rastra ini didistribusikan ke penerima manfaat sampai bulan juli nanti, dan akan diganti dengan bantuan tunai. Uang tersebut untuk dibelikan beras secara langsung oleh penerima manfaat,” imbuh Apip Winayadi.

Di tempat terpisah, Kasi Perdagangan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pangandaran, Tarman mengatakan, kendala naiknya harga beras di masyarakat Pangandaran disebabkan oleh kuota penjualan beras dari petani yang dikuarangi. Selain itu, pembelian bahan baku beras diambil dari luar Pangandaran, seperti Tasikmalaya, Majalengka, Indramayu serta lainnya.

“Ini bentuk antisipasi dari Pemerintah Daerah dalam menekan kenaikan harga beras di pasaran. Dan harapannya semoga minggu depan harga bisa stabil kembali,” pungkas Tarman. (Mad1/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar