Pemkot Banjar Sikapi Kekecewaan Warga Waringinsari saat OP Beras

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Setda Kota Banjar, Edi Herdianto, saat memberikan arahan kepada masyarakat dalam OP beras di Desa Waringinsari, Rabu (24/01/2018). Foto: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Setda Kota Banjar, Edi Herdianto, menyikapi bahwa kejadian kekecewaan ribuan warga Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, terhadap operasi pasar (OP) yang diadakan oleh Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Banjar, di desa tersebut, Rabu (24/01/2018), ditengarai koordinasi kesiapan yang dijalankannya kurang maksimal.

“Mungkin ini koordinasi kesiapan yang kurang berjalan antar pihak-pihak terkait, yaitu dinas pelaksana kegiatan dengan lembaga fasilitasi pengadaan beras, dalam hal ini Bulog melalui mitra kerjanya. Serta termasuk dengan pemerintah desanya,” katanya kepada HR Online, Kamis, (25/1/2018).

Menurutnya, sejak pemberitahuan jadwal rencana OP sampai pelaksanaannya penting diperhatikan jalinan koordinasi, sehingga diketahui perkiraaan jumlah kebutuhan beras murah yang akan dilempar ke warga desa dimaksud.

“Terlebih untuk di Desa Waringinsari ini, informasinya didata oleh RT/RW sebelumnya. Jadi saya tidak kaget peminat akan membludak, karena ada pemberitahuan menyeluruh oleh perangkat desa. Kalau di desa lain kayanya tidak demikian sistem pemberitahuan yang digunakannya,” ucapnya.

Belum lagi, imbuh dia, memang warga di wilayah mana saja sekarang lagi membutuhkan uluran upaya dan turun tangan pemerintah, yaitu salah satunya melalui gerakan OP ini. Dirinya pun mengakuinya harga beras di pasaran cenderung terus naik, sehingga tepat diadakan OP di setiap desa/kel sebagai bentuk perluasan pelayanan beras murah.

“Namun ya itu tadi perlu kesiapan matang pelaksanaannya terutama hal stok yang dibawa. Ini bahan perhatian bersama bahwa begitu penting penguatan koordinasi dalam sebuah kegiatan yang berhubungan dengan khalayak ramai,” tukasnya.

Sementara Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Banjar, Basir menegaskan bahwa koordinasi sudah dijalankan sebagaimana mestinya. Menurutnya, awal rencana kegiatan pada Bulog sudah dilayangkan surat permohonan bantuan fasilitasi pengadaan beras, berikut jadwal lokasi OP.

“Permohonan pada Bulog itu pun, tak lepas sebelumnya hasil koordinasi dengan desa/kelurahan yang ada, dan pada dasarnya sangat mengharapkan OP beras di wilayahnya masing-masing,” jelasnya.

Dia pula tak menampik keterbatasan stok yang dibawanya, selain beras yang dibawa langsung oleh pihak dinasnya ke gudang H. Atang atas arahan Bulog, selaku mitra usahanya. Juga keterbatasan armada pengangkut dimiliki dinas.

“Armada pengangkut, bukan dari Bulog atau mitra Bulog. Armada ini milik dinas sendiri. Jadi tak bisa cepat kembali bawa beras OP, belum lagi ngambilnya itu antri di gudang,” ucapnya.

Kasi Perlindungan Konsumen Bidang Perdagangan, Budi, menambahkan, koordinasi sudah dilaksanakan sejak rencana hingga pelaksanaan operasi pasar. Menurutnya, pihaknya ke desa diawal sudah sampaikan paling bisa maksimal beras untuk operasi pasar yang disediakan per wilayahnya hanya 4 ton.

“Tapi kenapa sekarang begini, ya tetap kita upayakan dipenuhi sisa kebutuhan beras OP bagi warga di sini. Kita lanjut gelar OP di desa ini, waktu lain dijadwalkan kembali segera,” janjinya.

Sementara itu Ketua BPD Waringinsari, Sudio, menyebutkan, bahwa justru dirinya pun heran membludaknya animo warga terhadap OP beras ini. Padahal diketahuinya beberapa warga atau petani disini masih memiliki stok gabah.

“Tadi coba tanya pada seorang warga yang saya tahu masih punya stok gabah, kenapa minat OP. Jawabannya, ingin juga merasakan beras murah yang dijual pemerintah. Biarlah nanti yang di rumah untuk jaga-jaga atau dipakai dan dikeluarkan sampai panen padi tiba,” ucapnya menirukan yang dikatakan warga yang ditanyanya.

Termasuk pribadinya kini masih punya stok gabah 15 kwintal. Jadi tak ikut beli beras OP, untuk memberikan kesempatan pada warga lainnya yang benar-benar membutuhkan.

“Tapi kasihan juga yang sudah datang ke sini niat beli. Jadi berharap OP beras bisa dilanjut disini segera,” pungkasnya. (Nanks/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar