Pertambangan Ilegal di Pangandaran Marak

Foto: Ilustrasi net/ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- 

Kepala Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pangandaran, Rahlan Hermana mengatakan, aktivitas pertambangan di Kabupaten Pangandaran banyak yang tidak memiliki izin. 

“Aktivitas pertambangan baik pengerukan tanah, batu gamping dan batu cabluk merupakan kawasan lindung,” kata Rahlan, Selasa (09/01/2018).

Rahlan menambahkan, kawasan lindung tersebut merupakan pengendali alam baik air, kawasan setempat dan kawasan daerah yang berada dibawahnya. “Untuk aktivitas penggunaan lahan kawasan yang melakukan aktivitas usaha di kawasan lindung harus ada ijin dari Kepala Daerah,” ujarnya.

Rahlan menjelaskan, untuk aktivitas penjualan hasil pertambangan harus ada dokumen perijinan dari Pemerintah Provinsi atas dasar rekomendasi dari ESDM.

Berdasarkan data yang dimiliki DLHK Kabupaten Pangandaran, aktivitas pertambangan yang belum memiliki ijin diantaranya di Desa Cintaratu, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Desa Cibereum, Kecamatan Sidamulih dan Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang.

Sementara saat ini di Kabupaten Pangandaran juga ada beberapa lokasi aktivitas pertambangan yang statusnya pematangan lahan.

“Untuk pematangan lahan dokumen yang harus dimiliki diantaranya SPPL, namun tanah dan batu yang dikeruk tidak boleh diperjualbelikan karena sifatnya hanya untuk penataan lahan bangunan seperti perumahan,” pungkasnya. (Mad/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar