PKL Musiman Dilarang Berjualan di Alun-Alun Ciamis

Dinas Perumahan Rakyat Kawasana Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis melarang Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di kawasan taman alun-alun Ciamis. Foto : Eli Suherli/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dinas Perumahan Rakyat Kawasana Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis melarang Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di kawasan taman alun-alun Ciamis. Upaya tersebut dilakukan untuk membuang citra buruk alun-alun yang kumuh dan semrawut.

Kepala DPRKPLH Ciamis, Oman Rohman, ketika ditemui Koran HR, Senin (08/01/2018), menuturkan bahwa larangan tersebut ditujukan untuk PKL yang biasa mangkal di setiap hari Minggu atau saat Car Free Day (CFD) berlangsung.

“Selama ini kami sabar menghadapi PKL yang datang pada hari libur, untuk berjualan di kawasn alun-alun. Namun para PKL malah seenaknya tanpa menghiraukan larangan yang sudah kami pasang di area alun-alun,” katanya.

Untuk mengantisipasi adanya protes dari PKL, Oman mengaku sudah berkordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk standby melakukan pengawasan di kawasan alun-alun setiap minggu pagi.

“Artinya, jika ada PKL yang maksa berjualan bisa dengan cepat diberitahu supaya pindah. Himbauan yang kami buat itu untuk kebaikan bersama. Sebab, masih banyak tempat lain yang bisa dijadikan lahan berjualan. Alun-alun itu harusnya jadi tempat yang nyaman dikunjungi, bukannya dijadikan pasar dadakan,” katanya.

Oman menegaskan, himbauan yang dikeluarkan pihaknya tersebut bukan berarti untuk melarang PKL berjualan, akan tetapi tempatnya saja yang dialihkan dari kawasan alun-alun Ciamis ke kawasan Sirkuit BMX Cigembor.

“Untuk mengganti lahan PKL berjualan yang datang pada hari minggu, kita alihkan ke lahan Sirkuit BMX yang memang sangat memadai dan tidak mengganggu jalur. Dengan begitu, pusat keramaian bertambah tidak hanya di alun-alun Ciamis,” jelasnya.

Kepala Bidang Pertamanan dan Kebersihan, Bayu Rakhmana, ketika ditemui Koran HR, menambahkan, peralihan PKL dari kawasan alun-alun Ciamis ke kawasan Sirkuit BMX memudahkan pihaknya melakukan penataan.

“Kawasan alun-alun memang diperuntukan bagi para pengujung untuk menikmati suasana taman kota, bukan menjadi pusat berdagang,” pungkasnya.

Salah seorang PKL yang enggan disebutkan namanya, mengeluhkan pengalihan lokasi berjualan tersebut. Namun demikian, dia mengaku harus mematuhi ketentuan yang sudah dikeluarkan pemerintah.

“Jelas (pengalihan) ini berdampak terhadap omzet. Tapi peraturan ini harus kami patuhi kalau masih ingin berjualan. Meski berat hati, kami harus mengalah dan membuka lembaran baru di lokasi yang baru. Tentunya, di lokasi yang baru tidak seramai di alun-alun,” katanya. (Es/Koran HR)

KOMENTAR ANDA