Sepi Wisatawan, Pendapatan Pengusaha di Pangandaran Menurun

Pantai Pangandaran saat libur panjang Hari Natal dan Tahun Baru. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Libur panjang di akhir 2017 di kawasan objek wisata Pangandaran ternyata tidak sesuai dengan harapan para pelaku usaha. Faktor berkurangnya wisatawan yang datang dan menurunnya wisatawan yang membelanjakan uangnya di Pangandaran berdampak besar terhadap pendapatan para pelaku usaha.

Gondrong, sapaan akrab salah satu pemilik usaha perahu siar, mengatakan, sekitar 150 pemilik jasa perahu siar di Pangandaran mengeluh lantaran usahanya di libur panjang ini justru menurun pendapatannya.

“Faktor cuaca dan peristiwa alam juga sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Apalagi dari sisi promosi ke luar daerah sepertinya kurang maksimal. Sehingga, masih banyak yang belum tahu Pangandaran dan lebih memilih lokasi wisata lain untuk menghabiskan liburan panjang ini,” kata Gondrong kepada Koran HR, Selasa (02/01/2018).

Hal senada juga diungkapkan Isman, Sekretaris Perhimpunan Perahu Siar Pangandaran. Menurutnya, dalam sehari saat musim libur panjang para pemilik perahu siar dapat mengantongi uang sekitar Rp. 1,5 juta. Namun, kali ini justru kesulitan untuk mendapatkan penumpang perahu siar.

“Satu sampai dua kali narik perahu saja susahnya minta ampun, tidak seperti libur panjang sebelumnya. Saya kira faktor peristiwa gempa Tasiklmaya kemarin sangat berpengaruh besar sekali terhadap wisatawan,” ujarnya.

Aep, salah satu pengusaha toilet umum, juga mengungkapkan pendapatan dari 60 toiletnya menurun hingga 50 persen. Biasanya, wisatawan yang menggunakan toiletnya untuk mandi atau buang air, justru nampak seperti hari-hari biasa.

“Bisa jadi ini karena faktor informasi peristiwa gempa kemarin. Padahal, kalau pemerintah dengan cekatan memberikan informasi secara masif, baik melalui media cetak, online maupun televisi, bahwa Pangandaran aman dikunjungi, saya yakin tidak terjadi seperti ini,” ucapnya kepada Koran HR.

Sementara itu, informasi dari obyek wisata Cagar Alam yang dikelola BKSDA Jawa Barat juga mengalami hal yang sama, wisatawan yang datang mengalami penurunan, bahkan hingga 40 persen.

“Kalau tahun lalu wisatawan justru meningkat hingga 5 kali lipat, berbeda dengan saat ini yang turunnya sampai 40 persen. Bisa jadi liburan kali ini pendapatannya terburuk dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Uking, salah satu petugas Cagar Alam. (Ntang/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar