Senin, Agustus 15, 2022
BerandaBerita PangandaranTerungkap! PL Karaoke di Pangandaran Dibunuh Suaminya Saat ‘Begituan’ di Pinggir Pantai

Terungkap! PL Karaoke di Pangandaran Dibunuh Suaminya Saat ‘Begituan’ di Pinggir Pantai

Polres Ciamis saat melakukan gelar rekontruksi pembunuhan Tika Susika, warga Tasikmalaya yang juga seorang pemandu lagu karaoke di sebuah tempat hiburan di Pangandaran. Gelar rekontruksi tersebut bertempat di Mapolres Ciamis, Selasa (02/01/2017). Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sebelum membunuh istrinya Tika Susika (27), ternyata suaminya berinisial AF (27), mengajak sang istri untuk melakukan hubungan intim (begituan) di pinggir pantai. Bak gayung bersambut, ajakan AF pun akhirnya direspons mesra oleh sang istri. Sesampainya di pinggir pantai, AF langsung meminta kepada istrinya untuk melucuti pakaian dan celananya. Saat berhubungan intim, posisi istrinya tidur terlantang dan AF berada di atasnya.

Namun, ketika istrinya tengah memuaskan birahi sang suami, AF bukannya ikut menikmati. AF malah berubah ganas dengan mencekik leher istrinya hingga tewas. AF ternyata sudah merencanakan pembunuhan terhadap istrinya.

Fakta itu terungkap ketika Polres Ciamis melakukan gelar rekontruksi pembunuhan Tika Susika, warga Tasikmalaya yang juga seorang pemandu lagu (PL) karaoke di sebuah tempat hiburan di Pangandaran. Gelar rekontruksi tersebut bertempat di Mapolres Ciamis, Selasa (02/01/2017).

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto, mengatakan, dalam rekontruksi ulang pembunuhan tersebut, terdapat 12 adegan yang diperagakan tersangka. “Tersangka memperagakan semua pengakuannya, mulai dari saat menghubungi istrinya melalui telepon, mengajak berhubungan intim hingga melakukan pembunuhan,” katanya.

Dari pantauan di lokasi rekontruksi, pada adegan pertama, tersangka memperagakan awal mula dirinya menghubungi istrinya lewat telepon. Namun pada saat itu teleponnya tidak diangkat. Beberapa menit kemudian atau sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (14/12/2017), istrinya menelpon balik dan mengabarkan bahwa dia sedang bekerja di sebuah tempat hiburan di Pangandaran.

Setelah menutup telepon dari istrinya, tersangka dari rumahnya, di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, langsung meluncur menuju tempat istrinya bekerja, di Pangandaran. Sesampainya di tempat yang dituju, tersangka menanyakan keberadaan istrinya kepada sesama pemandu lagu yang bernama Teti.

Tersangka saat itu tak harus menunggu lama untuk bertemu istrinya. Ketika sudah bertemu, tersangka mengutarakan rindunya kepada sang istri dan ingin melakukan hubungan intim. Setelah itu, keduanya bersepakat untuk mencari tempat aman untuk menyalurkan hasrat birahinya. Tetapi, bukannya hotel sebagai tempat yang dipilih, keduanya malah menuju semak-semak yang berada di pinggir pantai atau di kawasan Pamugaran Pangandaran.

Setelah berada di pinggir pantai, tersangka tampaknya sudah tak kuat menahan rindunya. Dia pun langsung meminta istrinya melucuti pakaian dan celananya. Setelah itu, istrinya mengambil posisi tidur terlantang. Namun, niat tersangka rupanya bukan untuk berhubungan intim, tetapi akan membunuh istrinya. Sebab, ketika istrinya tengah memberikan service birahi, tersangka malah mencekik istrinya hingga akhirnya tewas.

Sebelumnya, mayat perempuan berusia sekitar 30 tahun ditemukan warga di depan panggung terbuka kawasan Pamugaran, Pantai Barat Pangandaran pada Jum’at (15/12/2017) siang sekitar pukul 10.00 WIB. Saat ditemukan, korban hanya menggunakan pakaian dalam/bra. Sedangkan celana dalam korban tergeletak di samping tubuhnya. Dan sekitar 10 meter jarak dari mayat wanita tersebut juga ditemukan sepasang sepatu.

Dari hasil pemeriksaan di TKP, mayat wanita itu memiliki ciri-ciri ada tato temporari bertuliskan lafadz Bismillah dan tulisan Agus di tangannya. Selain itu, polisi pun menemukan luka lebam pada leher korban. Kemudian polisi melakukan penyelidikan dengan dibantu tim medis. Hasilnya, polisi menyimpulkan bahwa mayat perempuan tersebut sebelumnya tewas akibat dibunuh.

Setelah polisi melakukan penyelidikan, akhirnya terungkap bahwa pelakunya adalah pria berinisial AF, yang tak lain adalah suami korban. AF ditangkap tim gabungan Polda Jabar dan Polres Ciamis, di rumah pamannya atau posisinya bersebrangan dengan rumah orangtunya di Dusun Karangkedang, Desa Langkapsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Minggu (18/12/2017) sekitar pukul 17.00 WIB.  Korban Tika Susika (27), tercatat sebagai warga Perum Kotabaru Jl. Jakarta RT.004 RW. 017 Kotabaru Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, motif pembunuhan kasus ini ternyata dilatarbelakangi dari masalah percekcokan suami-istri. Kepada polisi, AF mengaku kesal terhadap istrinya, karena disuruh meninggalkan pekerjaannya sebagai PL (Pemandu Lagu) karaoke, tetapi istrinya menolak.

Dari permasalahan itulah yang menyebabkan  pasangan suami-istri ini bertengkar hebat dan berujung istrinya tewas di tangan suaminya. Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Hendra Virmanto, membenarkan bahwa motif pembunuhan berawal dari pertengkaran suami-istri. Dia mengatakan, dari pengakuan pelaku, istrinya tewas akibat dicekik lehernya setelah sebelumnya  kesal karena tidak pernah menuruti permintaannya untuk berhenti dari pekerjaan PL.

Hendra mengatakan, pihaknya menerapkan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana kepada tersangka. Seperti diketahui, dalam KUHP Pasal 340 soal pembunuhan berencana berbunyi ; “Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.”

Namun begitu, soal putusan hukuman berada di tangan hakim dengan merujuk kepada alat bukti hukum. Apabila saat proses di pengadilan bukti-bukti yang ditemukan penyidik ternyata terbukti, maka AF terancam hukuman berat, mulai dari hukuman 20 tahun penjara atau sampai hukuman mati.

” Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pelaku, kami menemukan adanya dugaan pembunuhan yang direncanakan. Makanya kami tak hanya menjerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan (biasa), tetapi diterapkan juga pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, ” katanya. (Her/R2/HR-Online)