Tim Gabungan Masih Cari KM Garuda yang Hilang Kontak di Perairan Pangandaran

Tim gabungan TNI AL, Polair dan Balawista Pangandaran, bertolak menuju perairan Nusakambangan, untuk melakukan pencarian lanjutan terhadap perahu nelayan KM Garuda yang hilang kontak sejak empat hari lalu di perairan Pangandaran. Photo: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Hingga memasuki hari ke empat hilangnya perahu nelayan bernama KM Garuda yang membawa tiga orang nelayan asal Kampung Jampang, Desa Jatimulya, Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Garut, saat melaut di perairan Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (25/01/2018), tim gabungan TNI AL, Polair dan Balawista Pangandaran kini masih terus berupaya melakukan pencarian.

Komandan AL wilayah Pangandaran, Peltu. Dayat, mengatakan, sejak ada kabar bahwa kapal tersebut hilang kontak, tim gabungan langsung menuju ke lokasi di mana kapal tersebut hilang. [Baca berita terkait; 3 Nelayan yang Berlayar di Perairan Pangandaran Dinyatakan Hilang Kontak].

“Hari ini tim akan lebih fokus melakukan pencarian ke arah area laut Nusakambangan. Hal tersebut berdasarkan arah angin serta gelombang laut di perairan Pangandaran. Sampai hari ini memasuki hari ke empat, tim gabungan belum menemukan, baik perahu ataupun ABK-nya,” terang Dayat, kepada HR Online, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/01/2018).

Dia juga mengatakan, rencananya Tim Basarnas dan tim gabungan lainnya akan melakukan pencarian selama lima hari, yakni sampai hari Selasa besok. Jika tidak ditemukan juga, maka pencarian akan dihentikan tepat dihari ke lima.

“Posisi tim gabungan kini sedang menyisir area laut Nusakambangan. Saat ini kondisi cuaca di perairan Nusakambangan atau laut Selatan juga kurang bersahabat. Namun tim gabungan akan berusaha keras mencari korban dan bangkai kapal. Tim gabungan yang berada di Pangandaran juga telah melakukan komunikasi dengan Cilacap, Tasik dan Garut,” kata Dayat.

KM Garuda hilang kontak saat berlayar di Pantai Legok Jawa pada hari Kamis (25/01/2018), seiring terjadinya angin kencang. Perahu nelayan itu hilang kontak pada pukul 24.00 WIB.

Perahu tersebut membawa tiga orang nelayan masing-masing bernama Maman (54), Sugih (22), dan Jais (21). Sebelum dinyatakan hilang, mereka berangkat melaut dari Pangkalan Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, dan saat ini keluarga korban sedang menunggu di Batukaras, Pangandaran.

“Kami juga menghimbau kepada nelayan Pangandaran agar memperhatikan cuaca saat hendak melaut,” pungkas Dayat. (Ntang/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA