Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita CiamisUmat Hindu Ziarah ke Astana Gede Kawali, Wujud Kebhinekaan dan Potensi PAD...

Umat Hindu Ziarah ke Astana Gede Kawali, Wujud Kebhinekaan dan Potensi PAD Ciamis

Pemuka agama hindu Bali yang didampingi staf Gubernur Bali dan Rektor IHDN, saat berkunjung ke Situs Astana Gede Kawali, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (20/01/2018) lalu. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kabid Destinasi Dinas Parawisata Kabupaten Ciamis, Budi Kurnia, mengatakan, apabila pemerintah daerah, terutama masyarakat Ciamis mengijinkan situs Astana Gede jadi tempat ziarah agama Hindu, maka akan muncul wajah kebhinekaan dan tolerensi di Kabupaten Ciamis. Hal itu pun bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam menjaga kebhinekaan dan toleransi antar umat beragama.

“Saat pertemuan kemarin pun hadir sejumlah perwakilan dari unsur pemerintahan dan lembaga kemasyarakatan, seperti perangkat desa, tokoh ulama dan tokoh budaya Ciamis. Namun, pada pertemuan kemarin belum sampai membahas pada soal ijin,” ungkapnya.

Budi menjelaskan, apabila melihat pada aspek parawisata, hal itu merupakan peluang untuk meraup PAD dan mengembangkan perekonomian masyarakat sekitar. Belajar dari pengalaman Situ Lengkong Panjalu atau setelah kedatangan mantan Presiden Abdurahman Wahid atau Gusdur, ke Panjalu, beberapa tahun silam, sudah membawa dampak positif, yakni banyak umat muslim dari Jawa Timur berziarah ke makam Borosngora di Situ Panjalu.

“Waktu itu Gusdur bilang bahwa Borosngora adalah ulama tertua di Nusantara. Dari situlah terus berdatangan masyarakat muslim Jawa Timur untuk berziarah ke makam Borosngora di Situ Panjalu. Dari hitungan kami, dalam setiap tahunnya hampir sekitar 300 ribu masyarakat dari Jawa Timur datang ke Panjalu,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah pemuka agama hindu Bali yang didampingi staf Gubernur Bali dan Rektor Institut Hindu Darma Negeri (IHDN) Denpasar, mendatangi Situs Astana Gede Kawali, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (20/01/2018) lalu. Mereka sengaja datang ke situs peninggalan Kerajaan Galuh ini untuk mamastikan kebenaran terkait sejarah nenek moyang mereka yang konon berasal dari keturunan Galuh. (Bgj/Koran-HR)

Berita Terkait

Umat Hindu Bali Minta Astana Gede Kawali Ciamis Jadi Tempat Ziarah