Minggu, Agustus 14, 2022
BerandaBerita BanjarWarga Waringinsari Kecewa OP Beras Murah, Ini Penjelasan Disperindagkop Banjar

Warga Waringinsari Kecewa OP Beras Murah, Ini Penjelasan Disperindagkop Banjar

OP Beras kualitas medium di Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Foto: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ribuan warga Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, kecewa terhadap operasi pasar (OP) yang diadakan oleh Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Banjar, di desa tersebut, Rabu (24/01/2018).

Warga yang antri satu jam dan rela berpanas-panasan menunggu OP dimulai, sebagiannya kecewa karena harus pulang dengan tangan hampa. Pasalnya, Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Banjar hanya menyediakan stok beras 4 ton. Sedangkan kebutuhan warga Desa Waringinsari itu sebanyak sekitar 16 ton.

Salah satu RT di Desa Waringisari, Holil, mempertanyakan keterbatasan stok beras yang dibawa dinas. Dia juga merasa heran bagaimana kesiapan pelaksanaan OP ini.

“Duh bingung harus bagaimana menjelaskan ke warga. Udah saya data sebelumnya, dan warga saya suruh untuk datang ke desa pada waktunya ini untuk langsung membelinya,” kata Holil.

[Berita Terkait : Datang ke OP, Sebagian Warga Waringinsari Banjar Kecewa Pulang dengan Tangan Hampa]

Menanggapi kekecewaan warga Waringinsari, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan, Mamat Rahmat, menjelaskan kepada warga, bahwa untuk mendapatkan beras sebanyak 4 ton ini saja harus antri mengangkutnya di gudang H. Atang.

“Jadi untuk harus mendadak bawa lagi, tidak memungkinkan. Ya tak tahu ini kok bisa terjadi begini, padahal kita bilang ke desa sebelumnya bahwa OP ini paling maksimal 4 ton setiap wilayahnya,” jelasnya.

Meski begitu, Mamat menyampaikan permohonanan maafnya dan akan tetap dipenuhi kebutuhan OP beras dari warga di sini sesuai yang sudah didata Pemerintah Desa Waringinsari.

“Tetap kita akan penuhi sisa 11 ton lagi, namun minta waktu. Karena untuk hari besok sudah terjadwal OP pada desa lainnya. Tunggu saja nanti ada pemberitahuan lebih lanjut. Mohon bisa diterima, paling sekarang hanya 5 kg saja per orangnya,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dusun Purwodadi, berharap solusi pemenuhan kebutuhan beras OP dari warganya harus segera didapatnya.

“Segeralah OP kembali, kasihan warga sudah meminati tapi tak kebagian jatah sebab memang sudah didata. Kondisi saat ini beras OP harus ditambah, ya itu tadi masih banyak warga yang menginginkan dan belum dapat,” pungkasnya. (Nanks/R5/HR-Online)