7 Tahun Lumpuh, Warga Pangandaran Ini Butuh Bantuan

Kondisi Darti yang lumpuh terbaring di dalam rumahnya. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Darti, warga Dusun Pangancraan, RT 01/11, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran terpaksa menjalani hari-harinya harus terbaring di rumahnya. Bahkan, sudah sejak 7 tahun lalu ia tak bisa melakukan aktivitas seperti masyarakat pada umumnya karena mengalami lumpuh.

Emi, orang tua Darti, mengatakan, anak pertamanya tersebut sejak tujuh tahun lalu mengalami sakit yang menyebabkan lumpuh.

Ia menceritakan, bahwa dirinya pernah membawa anaknya untuk berobat ke Puskesmas Parigi selama tiga hari. Dalam waktu cukup singkat tersebut, Emi mengaku telah membayar proses pengobatan anaknya tersebut. Namun, pasca 3 hari tersebut, dokter tidak menyampaikan apapun terkait kondisi Darti hingga ia terpaksa membawa pulang ke rumah.

“Mungkin saat itu karena saya sudah tidak punya biaya untuk bayar ke Puskesmas. Karena saya kasihan ke Darti, saya bawa ke pengobatan alternatif, namun hasilnya belum juga sembuh,” kata Emi kepada Koran HR, Selasa (06/02/2018).

Tinggal di sebuah gubuk berukuran 2,5 X 4 meter dan kondisi keluarga yang memprihatinkan tersebut, Emi berharap adanya bantuan pemerintah untuk meringankan beban hidupnya, terutama pengobatan anaknya hingga sembuh.

“Sudah tidak ada pilihan lagi selain menunggu dermawan maupun pemerintah untuk pengobatan anak saya ini,” lirihnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Pangancraan, Jahud, mengungkapkan, bahwa warga sekitar kerap membantu Darti yang saat ini mengalami sakit. Meski begitu, pihaknya masih menelusuri asal usul identitas keluarga Darti yang sampai saat ini masih perlu diketahui kebenarannya. Sebab, hingga saat ini Emi dan Darti tidak memiliki identitas apapun.

“Kami memang sangat berkeinginan membantu pengobatan Darti. Namun, semuanya kan harus pakai prosedur, termasuk identitas untuk pengurusan di Puskesmas. Menurut informasi, Emi dan suaminya itu sudah cerai dan suaminya saat ini berada di Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak,” ungkap Jahud.

Menanggapi hak tersebut, Kepala Desa Margacinta, Edi, bahwa pihaknya sudah siap membantu mengurus persoalan yang dihadapi keluarga Emi, baik pengobatan ke Puskesmas maupun persoalan data kependudukannya.

“Dari Dinas Sosial juga barusan sudah ke rumah Emi untuk melihat lebih dekat kondisinya untuk penanganan selanjutnya. Memang sebelumnya kita sudah sampaikan ke pemerintah bahwa keluarga Emi tidak tercatat sebagai warga Desa Margacinta. Namun, saat ini kita usahakan agar mereka punya identitas untuk mempermudah proses pengobatan Darti,” jelasnya. (Ntang/Koran HR)

KOMENTAR ANDA