Akibat Terus Diguyur Hujan, Pergerakan Tanah Rusak 44 Rumah di Rajadesa Ciamis

Sekdes Tanjungsari, Asep Anwar, saat menunjukan rumah warga di Dusun Garunggang, Desa Tanjungsari, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang mengalami retakan pada lantai akibat pergerakan tanah yang terjadi pada Kamis (22/02/2018) lalu. Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com), –

Sedikitnya 44 rumah warga di Dusun Garunggang, Desa Tanjungsari, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami kerusakan pada dinding dan lantai akibat pergerakan tanah yang terjadi pada Kamis (22/02/2018). Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari ini menjadi penyebab utama terjadinya pergerakan tanah.

Sekretaris Desa Tanjungsari, Kecamatan Rajadesa, Asep Anwar, ketika dihubungi Minggu (25/02/2018), mengatakan, bencana pergerakan tanah yang merusak puluhan rumah mulai diketahui pada Kamis (22/02/2018) lalu. Saat itu, tambah dia, tiba-tiba saja terjadi retakan tanah di beberapa titik hingga diketahui menjalar sampai ke rumah warga.

“Di beberapa titik yang terkena dampak pergerakan tanah memang kontur tanahnya labil dan sebelumnya diduga berongga. Sehingga ketika terus menerus diguyur hujan, membuat tanah yang berongga itu bergerak dan menimbulkan retakan yang berpotensi amblas,” terangnya.

“Bahkan retakan tanah hingga hari ini terus melebar dan sudah mencapai 10 centimeter,” imbuhnya.

Dari 44 rumah yang terkena dampak pergerakan tanah, lanjut Asep, dua rumah diantaranya mengalami kerusakan cukup parah pada lantai dan dinding rumahnya. Akibatnya, pemilik rumah harus mengungsi untuk sementara. “Kedua rumah itu sudah dikosongkan, karena retakannya cukup lebar dan dikhawatirkan sewaktu-waktu amblas,” ujarnya.

Asep mengatakan pihaknya sudah melaporkan bencana tersebut ke BPBD Kabupaten Ciamis. Bahkan, petugas BPBD sudah melakukan penelitian di beberapa titik yang terdampak pergerakan tanah.

“Dengan sudah dilakukan penelitian, kami berharap Pemkab memberikan solusi. Apabila hasil penelitian ternyata bencana pergerakan tanah itu membahayakan warga, maka kami memohon agar Pemkab memberikan bantuan untuk merelokasi rumah warga. Kami memohon jangan sampai menunggu terjadi bencana yang lebih parah,” ujarnya. (Her/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar