Begini Cara Warga Banjar Ungkapkan Kerinduannya pada Persikoban

Spanduk bertuliskan harapan dan pertanyaan tentang Persikoban yang dibentangkan warga pada pagar pembatas Stadion Sport Center Langensari, saat berlangsung laga final Liga Kota Banjar 2018. Photo: Nanang Supendi/HR.  

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Antusias warga dari masing-masing suporter tim dalam menonton pertandingan final Liga Sepakbola Kota Banjar, Jawa Barat Tahun 2018 antara Zalrus FC vs Citanduy FC, di Stadion Sport Center Langensari, pada Minggu (18/02/2018), tak lepas dari harapan akan bangkitnya kembali Persikoban.

Harapan dan pertanyaan mereka tuangkan dalam bentanggan beberapa spanduk yang dipasang di pagar pembatas tribun. Seperti terlihat spanduk bertuliskan “Kamana Persikoban,” dan “Adem lemes awakku gara-gara Persikoban, serta spanduk bertuliskan “Just Football for Pride Not for Politik or Industri.”

Menanggapi hal itu, Ketua Askot PPSI Kota Banjar, Dadang R Kalyubi, mengatakan, hal itu adalah sebuah kewajaran akan harapan warga ingin sepakbola Kota Banjar maju, sekaligus mempertanyakan tim kesayangan mereka.

“Ya wajar warga berharap demikian. Yang jelas, guna membangkitkan Persikoban kembali itu butuh proses. Tidak bisa langsung terasa seperti halnya makan cabai. Karena sepakbola bukan seperti itu,” tukasnya.

Dia pun tak menampik, untuk bisa bangkit agar Persikoban mampu unjuk gigi kembali menjadi bagian PR bagi kepengurusan PSSI Kota Banjar. Karena, butuh persiapan dan tak harus diambil begitu saja oleh Persikoban. Sebab, ada prosuder lain yang harus dipikirkan atau diperhitungkan.

“Pasti kita ada arah ke sana, namun tentunya berproses. Butuh dukungan semua elemen supaya Persikoban dapat menunjukkan lagi kiprahnya,” tandas Dadang.

Seiring berakhirnya kompetisi Liga Sepakbola Kota Banjar tahun 2018, dirinya akan tetap menjaga eksistensi kepengurusan Askot PSSI Kota Banjar dalam membina pemain, serta memajukan persepakbolaan di Kota Banjar.

Bahkan usai liga ini, kompetisi berbagai jenjang usia akan terus diupayakan, seperti kompetisi U-23, serta jenjang usia di bawahnya sampai U-13. Sebab, turnamen tersebut sempat vakum selama 4 tahun.

“Tentunya kita memulai lagi dan sekarang sedang terus menata. Tak ada kata terlambat untuk berinovasi bahwa sepakbola Kota Banjar bisa maju dan berkembang. Yang jelas, ini titik awal kebangkitan dan kemajuan sepakbola Kota Banjar,” tandasnya.

Dadang juga menegaskan, bahwa pihaknya selalu siap dan bertekad untuk itu. Namun, perlu pula dukungan dari semua pihak, tak terkecuali sokongan dan support dari Pemkot Banjar sendiri.

Sementara itu, anggota tim pelatih Zalrus FC, Handoyo, mengatakan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi kepengurusan PSSI Kota Banjar sekarang, yang sudah mampu menggulirkan kembali liga sepakbola daerahnya yang sempat lama vakum tak digelar.

“Kami ingin sepakbola di Banjar ini hidup dan maju. Semoga ada tindak lanjut pembinaan dan pemberdayaan pemain. Termasuk mengikutsertakan kompetisi sepakbola seperti yang terdekat akan dilaksanakan, yakni Piala Soeratin dan Haornas,” ujar Handoyo. (Nanks/R3/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar