Cuaca Buruk, Nelayan Pangandaran Enggan Melaut

Para nelayan yang menambatkan perahunya di bibir pantai akibat kondisi cuaca buruk. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Cuaca yang kurang bersahabat akhir-akhir ini membuat para nelayan di Kabupaten Pangandaran enggan melakukan aktivitas melaut. Pasalnya, angin kencang serta gelombang laut yang cukup tinggi membuat mereka semakin was-was dengan keselamatannya.

Iwan, salah satu nelayan, menyampaikan, bahwa saat ini gelombang di tengah laut mencapai ketinggian sekitar 2 hingga 3 meter. Kondisi tersebut memaksa dirinya serta nelayan lain untuk sementara waktu menghentikan aktibvitas melautnya.

“Daripada mengambil resiko yang mengancam keselamatan, lebih baik kita istirahat dulu hingga cuaca kembali stabil. Kondisi ini sudah hampir sepekan lamanya, mudah-mudahan ini tidak terlalu lama,” ujarnya kepada Koran HR, Senin (29/01/2018).

Meskipun dirinya tidak melaut hingga ke tengah, kata Iwan, namun guna mengisi hari-hari itu ia tetap melakukan penangkapan ikan di laut, akan tetapi jarak dari bibir pantai tidak terlalu jauh, yakni sekitar 400 hingga 500 meter. Biasanya, jelas ia, para nelayan melaut bisa mencapai 2 hingga 3 kilometer dari bibir pantai guna mendapatkan ikan yang lebih banyak.

“Para nelayan yang tidak melaut sekarang lebih sibuk memperbaiki perahu dan jaring sambil menunggu cuaca kembali normal,” pungkasnya.

Waluyo, nelayan asal Cilacap, mengatakan, dirinya bersama nelayan lainnya dari Cilacap yang menggunakan kapal compreng terpaksa menambatkan perahunya di sekitaran Pantai Timur Pangandaran. Mereka memilih ini untuk menghindari dari kondisi berbahaya di laut selatan yang dikenal ganas ini.

“Hilangnya KM Garuda beberapa waktu lalu itu kan akibat diterjanbg angin dan ombak besar. Kita tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan lebih memilih istirahat di Pangandaran dulu,” ungkapnya.

Tak hanya nelayan asal Cilacap yang menambatkan kapal comprengnya di wilayah Pangandaran, kata Waluyo, namun nelayan asal Cirebon juga melakukan hal serupa demi keselamatan dari kondisi angin kencang serta gelombang tinggi ini.

“Saya tidak tahu sampai kapan di Pangandaran, yang jelas kita tunggu sampai kondisinya normal kembali. Untuk mendapatkan informasi cuaca, saya sering mengakses informasi dari BMKG yang mana datanya cukup akurat. Dengan cuaca buruk ini, hasil tangkapan pun turun drastis hingga 50 persen,” pungkasnya. (Ntang/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar