Desa Mekarharja Banjar Rawan Pencurian Ternak Kambing

Petugas kepolisian dari Polsek Purwaharja, saat mengecek ke lokasi terjadinya pencurian hewan ternak kambing milik warga di Dusun Cibentang, RT.14/7, Desa Mekarharja, Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Maraknya pencurian ternak kambing di wilayah Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, yang terjadi akhir-akhir ini membuat warga resah. Pasalnya, selama bulan Januari 2018 saja sudah terjadi tiga kali pencurian ternak kambing.

Salah satunya menimpa Enok (65), warga Dusun Cibentang, RT.14/7, yang menjadi korban pencurian ternak. Dua ekor kambing miliknya raib dibawa pencuri dari kandangnya. Diduga kawanan maling mencuri kambing dengan cara mendobrak kandangnya. Akibat dari kejadian ini, Enok mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

“Ketika itu pukul 3 pagi, saya mau ke jamban (air), namun ketika melihat ke kandang kambing, dua ekor kambing sudah tidak ada,” tutur Enok, kepada Koran HR, Selasa (06/02/2018)

Maraknya pencurian hewan ternak di wilayah Desa Mekarharja, dibenarkan tokoh masyarakat setempat, Ujang Ures (52). Menurutnya, kejadian pencurian di wilayahnya sudah berulang kali, sehingga warga pun merasa resah.

“Ini sangat meresahkan warga, karena sudah berulang kali aksi pencurian terjadi, dan pencurian itu biasa terjadi setelah ada sebuah acara di lingkungan. Salah satunya saat ada acara ebeg (kuda lumping) kemarin,” terang Ujang Ures.

Diman, warga setempat lainnya, mengatakan, kini masyarakat di lingkungannya sedang membahas tentang pencegahan atau antisipasi pencurian ternak kambing di wilayah Desa Mekarharja.

“Jangan sampai kampung kita terus menjadi sasaran kawanan pencuri. Pencurian hewan ternak harus dicegah,” kata Diman.

Sementara itu, Kapolsek Purwaharja, AKP. Kasan Bisri, mengajak kepada warga, bahwa dalam hal ini harus ada kerjasama dan partisipasi aktif dari seluruh warga, untuk saling bahu-membahu bersama-sama menjaga keamanan desa.

“Kami siap melakukan patroli ke jalan-jalan kampung, hal ini demi keamanan desa. Selain itu, warga pun harus menggalakan kembali siskamling,” tandas Kasan Bisri. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar