Di Pangandaran, Warga Manfaatkan Kondisi Banjir Raup Pundi-pundi Rupiah

Salah satu warga saat menggunakan jasa penyebrangan di lokasi banjir. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Musibah banjir yang menerjang wilayah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran akibat luapan Sungai Citanduy sejak kemarin hingga saat ini masih bertahan. Bahkan, ketinggian air mencapai 50 centimeter atau selutut orang dewasa yang menerjang pemukiman warga serta jalan raya, Sabtu (24/02/2018).

Fahri, warga sekitar, menjelaskan, kondisi banjir yang belum ada tanda-tanda surut justru dimanfaatkan sebagian warga untuk meraup rupiah, warga menyediakan jasa menyebrangkan kendaraan motor yang hendak melewati lokasi banjir.

“Ada sekitar 20 orang yang memanfaatkan kondisi ini. Soalnya, kalau motor memaksakan kehendak melintas jalan yang banjir bisa jadi mogok motornya, bahkan mobil pun bisa mogok,” katanya kepada HR Online di lokasi banjir.

Adi, warga Cilacap, mengatakan, dirinya merasa terbantu dengan adanya jasa penyebrangan dari warga sekitar. Pasalnya, ia tidak ingin motornya rusak parah gara-gara menerjang banjir.

“Ya hitung-hitung ganti keringat mereka dengan sejumlah uang, motor saya pun bisa selamat dari mogok. Mudah-mudahan sih cepat surut banjirnya,” kata Adi.

Dari informasi yang dihimpun, jasa penyebrangan di lokasi banjir Kalipucang ditarif cukup variatif hingga mencapai Rp. 20 ribu setiap kali angkut. Dari hasil kerja jasa penyebrangan tersebut, warga bisa mendapatkan uang sekitar Rp. 700 ribu hingga Rp. 1 juta selama satu hari. (Ntang/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA