Diduga Akibat Bajaringan Patah, Bangunan Kelas SDN 3 Muktisari Ciamis Ambruk

Satu ruangan kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Muktisari Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ambruk, Senin (05/02/2018) malam. Foto: Edji Darsono/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Senin (05/02/2018) malam, mengakibatkan satu ruangan kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Muktisari Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ambruk. Diduga ambruknya ruang kelas tersebut akibat struktur rangka atap bajaringan mengalami patah, sehingga tidak mampu menahan beban dari genting. Kini pelaksanaan proses belajar mengajar untuk siswa kelas 3 terpaksa dipindahkan ke Mushola.

Kepala Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Rohman, mengatakan, ambruknya ruangan kelas di SDN 3 Muktisari diduga kuat disebabkan dari kontruksi bajaringan yang tidak kuat menahan beban dari genting. Sehingga begitu diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi, bangunannya langsung ambruk.

“Padahal bangunan itu baru beberapa tahun dibangun. Mungkin karena kualitas bajaringannya jelek yang membuat mudah patah, sehingga mengakibatkan ambruk. Bangunan kelas itu ambruknya tadi malam dan baru diketahui tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB,” ujarnya, kepada HR Online, Selasa (06/02/2018).

Rohman melanjutkan, berdasarkan keterangan dari warga sekitar, sebelum ruang kelas ambruk, sempat terdengar suara retakan dari atap bangunan. Diduga suara retakan itu berasal dari bajaringan yang mengalami retak dan kemudian menyebabkan bangunan tersebut ambruk. “Beruntung bangunan itu ambruk pada malam hari, sehingga tidak menimbulkan korban,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cipaku, Hendriana, membenarkan ada satu ruangan kelas milik SDN 3 Muktisari ambruk. Menurutnya, penyebab ambruknya bangunan tersebut diduga dari tiang kuda-kuda pada struktur atap bajaringan yang mengalami patah.

“Beberapa hari sebelum ambruk, pihak sekolah sudah mengetahui ada retakan pada kuda-kuda bajaringan. Untuk mengantisipasi terjadinya ambruk, pihak sekolah menurunkan sebagian genting. Dan proses belajar mengajar untuk kelas 3 dipindahkan ke mushola. Jadi, sebelum ambruk, sudah muncul gejala dan pihak sekolah langsung melakukan antisipasi, ” katanya, kepada HR Online, Selasa (06/02/2018).

Hendriana menjelaskan, bangunan ruang kelas tersebut dibangun pada tahun 2012 dan dikerjakan oleh pihak rekanan.” Kalau baru 5 tahun bisa dibilang bangunan baru. Karena pada bagian dinding bangunannya pun masih terlihat kokoh. Masalahnya hanya pada bajaringannya saja,” ungkapnya.

Hendriana juga berharap Dinas Pendidikan Ciamis bisa secepatnya membangun kembali ruangan kelas yang ambruk tersebut. Karena, menurutnya, setelah ruangan kelas itu ambruk, siswa kelas 3 terpaksa menggunakan ruangan mushola untuk kegiatan belajar mengajar. “Meski di mushola, namun proses KBM tetap berjalan lancar. Hanya sedikit kurang nyaman saja proses KBM digelar di mushola yang ruangannya agak sempit,” terangnya. (Edji/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar