Ditinggal PKL Musiman, Kawasan Alun-Alun Ciamis tak Lagi Kumuh

Setelah ditinggalkan Pedagang Kaki Lima (PKL) musiman, kini kawasan taman raflesia alun-alun Kabupaten Ciamis terlihat lebih bersih dan tidak lagi terlihat kumuh ataupun semrawut. Foto : Eli Suherli/ HR  

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis kembali melakukan penataan terhadap kawasan taman raflesia alun-alun Kabupaten Ciamis.

Setelah ditinggalkan Pedagang Kaki Lima (PKL) musiman, kini kawasan taman raflesia alun-alun Kabupaten Ciamis terlihat lebih bersih dan tidak lagi terlihat kumuh ataupun semrawut.  

Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Oman Rohman, ketika ditemui Koran HR, Selasa (30/01/2018), membenarkan, saat ini pihaknya berencana menata kembali kawasan taman alun-alun.

“Supaya terlihat bagus kawasan alun-alun Ciamis perlahan mulai dibenahi lagi. Langkah awal dengan memindahkan PKL musiman ke kawasan Venue BMX,” katanya.

Oman menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ciamis sejak lama menginginkan agar kawasan taman raflesia alun-alun Ciamis bebas dari PKL. Meski belum sepenuhnya, tapi lambat laun keinginan pemerintah itu bisa terwujud satu persatu.

Diakui Oman, kawasan alun-alun Ciamis menjadi tempat sentral yang sangat luar biasa. Karena setiap hari kawasan alun-alun dipenuhi pengunjung. Dan kondisi itu menarik PKL berdatangan.

“Meski sudah tidak ada PKL berjualan, tapi alun-alun Ciamis tidak sepi pengunjung. Apalagi jika malam minggu, alun-alun tetap menjadi magnet bagi warga untuk menghabiskan waktu liburan,” katanya.

Anggota DPRD Ciamis, Hendra S Marcusi, ketika dimintai tanggapan, menegaskan, pihaknya sangat mendukung upaya DPRKPLH dalam menata kawasan taman raflesia alun-alun Ciamis.

“Mudah-mudahan penataan ini terus dilakukan. Artinya mengembalikan kawasan alun-alun kepada fungsinya sebagai kawasan hijau, bukannya menjadi pasar kaget,” katanya.

Diakui Hendra, keberadaan PKL memang diperlukan. Tapi jika tidak mematuhi aturanmaka akan membawa dampak buruk. Salah satunya merusak estetika kawasan taman alun-alun. (Es/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar