Eks Pabrik Tepung Singkong, Angker! Sosok Mahluk Tanpa Kepala Sering Muncul di Eks Pabrik Tepung Singkong Ciamis

Bangunan tua bekas pabrik tepung singkong di Jalan Langkaphaji, Desa Situmandala, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Foto : Heri Herdianto/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sebuah bangunan tua bekas (eks) pabrik tepung singkong di Jalan Langkaphaji, Dusun Jetak, RT 06 RW 22, Desa Situmandala, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, selama ini dikenal warga sebagai tempat yang angker.

Yana N (25), warga Rancah, ketika dimintai tanggapan oleh Koran HR, minggu lalu, membenarkan bahwa bangunan tua bekas pabrik tepung tersebut memang angker. Menurut dia, sudah puluhan tahun bangunan itu terbengkalai. 

“Banyak beberapa kejadian aneh dan menyeramkan terjadi di kawasan tersebut. Diantaranya seperti penampakan hantu tanpa kepala dan ular besar yang melintang di jalan,” katanya.

Menurut Yana, warga yang mengetahui keangkeran eks bangunan pabrik tepung tersebut enggan melintasi sendirian di kawasan bangunan itu, apalagi bila malam Jum`at dan malam Selasa.

“Kalaupun terpaksa harus melewati kawasan ini, selalu berombongan, kecuali yang belum tahu,” katanya.

Senada dengan itu, Yusup (30), warga Situmandala, ketika ditemui Koran HR, Minggu lalu, mengungkapkan kejadian aneh yang dialami pengguna motor saat melintas di dekat eks bangunan pabrik tepung tersebut.

“Saat di lokasi, pengguna motor menyalip sebuah mobil. Tapi setelah menengok ke belakang, mobil tersebut ternyata menghilang. Begitupun ketika ada mobil menyalip motor, setelah dilihat ke belakang, motor tersebut menghilang. Ada juga sosok manusia duduk di sekitar jembatan, ketika didekati tidak ada,” katanya. 

Yusup mengungkapkan, sebagaimana cerita orang tua dahulu, ada warga yang dipenggal kepalanya oleh penjajah di lokasi tersebut. Alhasil, wilayah itu menjadi sangat angker dan sering terjadi peristiwa aneh. 

“Dan konon mahluk tanpa kepala itu merupakan jelmaan arwah penasaran dari orang yang mati dipenggal kepalanya,” katanya. (Heri/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar