Harga Beras di Banjar Belum Turun, Walikota Minta OP Terus Dilanjutkan

Pelaksanaan Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OP CBP) di Kota Banjar, beberapa waktu lalu. Foto: Dokumen HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, meminta kepada Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan dengan dibantu Sub Divre Bulog Ciamis untuk terus melakukan Operasi Pasar (OP) sampai harga beras di Kota Banjar turun.

Hal itu dikatakannya dalam acara peluncuran Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Rastra) daerah, di Aula Desa Langensari Kec. Langensari, Rabu (07/02/2018).

“OP beras harus terus berlanjut hingga harga beras turun. Tolong agendakan terus pada dinas perdagangan dengan dibantu Bulog,” pintanya.

Dirinya tak ingin warga di Kota Banjar sampai ada terjadi yang kelaparan, sebagaimana komitmen Pemkot yang diprogramkannya. Juga tak lain sebagai upaya mengatasi atau penanggulangan kemiskinan, yang disinkronkan dengan program pemerintah pusat melalui Kemensos RI.

“Terlebih kami terima berdasar laporan, antusias warga itu masih cukup tinggi untuk mengikuti atau membeli beras OP CBP,” ujarnya.

Kepala Bulog Sub Divre Ciamis, Sulais, merespon baik permintaan Pemkot Banjar yang diutarakan Walikota, agar OP Cadangan Beras Pemerintah (CBP) terus difasilitasi pengadaannya. Atas permintaan pemerintah daerah, tentu pihaknya siap selama itu harga beras dipasaran masih tinggi.

“Jika harga beras di Kota Banjar belum kembali ke harga normal, tentu kami siap terus lanjutkan OP. Terlebih didukung atas permintaan pemerintahan daerahnya,” ujarnya.

Disinggung bagaimana CBP bila terus dikeluarkan, apakah tidak akan menipis di gudang. Sulais menjamin ketersedian masih terjaga.

“Jangan khawatir CBP aman dan masih tersedia. Pokoknya stok yang ada terjaga, apalagi tahun 2018 ini kita sudah mulai melakukan penyerapan seiring sudah panennya sebagian wilayah persawahan di Garut,” tandasnya.

Sementara berdasar pantauan HR Online di pasar tradisional di wilayah Kota Banjar, beras kualitas medium atau yang biasa banyak dikonsumsi warga itu masih tinggi, hingga sudah mencapai Rp.14.000/kg. (Nanks/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA