Kemenag Ciamis; Tahun Ini BPIH Naik 5 Persen

Foto: Ilustrasi net/Ist

Foto: Ilustrasi net/ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis mengumumkan rencana kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) untuk tahun 1439 hijriah atau tahun 2018 sebesar lima persen (5 %).

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Ciamis, Asep Lukman Hakim, ketika ditemui Koran HR, Senin (29/01/2018), membenarkan informasi kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji yang dilansir Kemenag Pusat.

“Untuk ongkos naik haji, sudah dibentuk Panja Pembahasan BPIH secara Nasional, antara DPR-RI dan Kementerian Agama,” katanya.

Asep menjelaskan, kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji tersebut dilatarbelakangi kebijakan Pemerintah Arab Saudi. Kemudian juga naiknya biaya penerbangan yang disebabkan kenaikan avtur (bahan bakar). Termasuk penambahan jatah konsumsi bagi jemaah haji ketika berada di mekah.

“Kalau secara perhitungan dipastikan untuk tahun lalu BPIH ada kenaikan. Tapi mudah-mudahan saja kami berharap untuk tahun ini tidak ada kenaikan. Maksimal sama dengan tahun lalu. Kenaikan sebesar 5% menurut kementerian agama pada tahun sekarang mencapai Rp. 900.670 perjemaah dari setiap embarkasi se-Indonesia,” ungkapnya. 

Pada kesempatan itu, Asep juga berharap Panja Pembahasan BPIH segera mengeluarkan keputusan. Soalnya, Bulan Mei 2018 jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji tahun ini harus sudah melunasi BPIH.

“Tahun lalu, biaya yang harus dikeluarka jemaah sebesar Rp. 34 juta lebih. Dan diprediksi pada tahun ini naik menjadi Rp. 36 juta lebih,” jelasnya. 

Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Hasan, KH. Muhamad Syarif Hidayat, ketika dimintai tanggapan, Senin (29/01/2018), membenarkan rencana kenaikan ONH atau BPIH tahun 2018 sebesar 5 persen.

“Sebagai jemaah, tentunya saya menginginkan tidak ada kenaikan. Walaupun ada kenaikan, dan apapun yang terjadi, Insyaalloh masyarakat akan menerima. Dikarenakan kebulatan tekad dan niat baik para jemaah untuk menunaikan ibadah haji,” tuturnya. 

Syarif mengakui, sesungguhnya ONH yang telah ditetapkan pemerintah kepada jemaah sangatlah murah. Karena biaya ibadah haji tidak semuanya ditanggung oleh calon jemaah alias disubsidi oleh pemerintah dari dana abadi.

“Jemaah mendapat subsidi dari pemerintah. Jemaah harus bersyukur. Tentunya apabila terjadi kenaikan pada tahun sekarang, tentu pelayanan yang harus ditingkatkan mulai dari daerah sampai ke tanah suci,” katanya.

Calon jemaah haji asal Pamarican, Ucup, ketika dimintai tanggapan, Senin (29/01/2018), mengaku menyambut positif rencana kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji yang ditetapkan pemerintah pada tahun ini. (Tan/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar