Pengrajin Lidi di Wonoharjo Pangandaran Butuh Lokasi Pemasaran

Para pengrajin lidi di Wonoharjo. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Keberadaan pohon kelapa yang ada di Pangandaran dimanfaatkan oleh para pengrajin yang menjadi karya seni bernilai tinggi. Seperti halnya lidi yang biasanya hanya dibuat menjadi sapu, disulap menjadi produk olahan yang memiliki karya seni dan bernilai ekonomi.

Pengrajin lidi asal Wonoharjo, Wakir, mengatakan, dirinya melakukan gebrakan dalam memanfaatkan salah satu bagian dari pohon kelapa tersebut dengan memberdayakan masyarakat sekitar untuk memproduksi berbagai macam kerajinan lidi.

“Ini adalah kerajinan dari lidi kelapa yang diolah menjadi berbagai macam produk kerajinan. Semua dikerjakan oleh warga di sekitar rumah dari pada menganggur, dijual ke tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran seperti di pantai pangandaran,” kata Wakir kepada Koran HR beberapa waktu lalu.

Meski usahanya tersebut berjalan, namun sangat disayangkan dirinya belum memiliki tempat pemasaran yang pasti seperti halnya para PKL yang kini direlokasi dan memiliki kios yang representatif.

“Selama ini kita ada tempat pemasaran, hanya dilakukan berkeliling menggunakan sepeda motor. Meski begitu, saya tetap optimis nanti kita akan memiliki tempat sendiri, apalagi kalau dibantu oleh pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua BDC Kab Pangandaran, Tedy Sonjaya, mengatakan, kerajinan tangan yang terbuat dari lidi begitu banyak variannya. Namun, kerajinan yang digeluti Wakir perlu sentuhan tangan kreatif dan perlu diadakan pelatihan khusus secara intens. Sebab, potensi pasar cukup luas.

“Ini perlu adanya pembekalan lagi untuk masyarakat pelaku usaha kecil seperti ini. Sebenarnya, pemasaran itu tidak sulit, tinggal bagaimana saat ini pemerintah bisa memformulasikan agar bisa menampung berbagai produk UMKM di tempat-tempat yang strategis. Saya yakin dengan ini pergerakan pariwisata dan ekonomi masyarakat bisa berjalan seiringan, Insya Alloh,” kata Tedy. (Mad/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar