Pengusaha Jepang Tertarik Kembangkan Budidaya Unagi di Pangandaran

Pengusaha Asal Jepang Hiroyuki Kanai bersama jajaran Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran saat meninjau potensi budidaya Unagi di Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Seeorang pengusaha asal Jepang, Hiroyuki Kanai, kini tengah menjajaki kerjasama dengan Pemkab Pangandaran dalam pengembangan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Pangandaran. Dalam kerjasama ini, tampaknya akan lebih dikhususkan dalam pengembangan budidaya unagi atau sidat.

Saat berkunjung ke Pangandaran, Kamis (08/02/2018), Hiroyuki mengatakan, pihaknya berencana membangun kerjasama pengembangan budidaya ikan tawar dengan sistem systercity yang dirancang berkelanjutan. “Kalau kerjasama ini sudah berjalan, tidak tertutup kemungkinan kedepan akan dibangun hubungan kerjasama antara Kabupaten Pangandaran dengan salah satu kabupaten di Jepang. Karena permintaan pasar terhadap Usagi atau Sidat di Jepang saat ini tengah meningkat,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran, Wawan Kustaman mengatakan, dalam kerjasama ini, pihak pengusaha pun menawarkan keterlibatan masyarakat sebagai bentuk penyediaan lapangan pekerjaan dan menciptakan jenis usaha pembudidayaan unagi.
“Tak hanya itu, pihak pengusaha juga akan melakukan pilot projek percontohan dengan memberikan pelatihan budidaya kepada masyarakat yang mau terlibat dalam kerjasama ini,” ujarnya.

Menurut Wawan, pelatihan yang akan diberikan diantaranya tentang cara pembuatan kolam segala jenis alih ilmu teknologi. “Selain pembudidayaan dan pengambilan benih unagi, pihak pengusaha berencana akan membangun pabrik pembuatan pakan,” katanya.

Jika rencana ini bisa berjalan, lanjut Wawan, merupakan sebuah peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat Pangandaran. Karena hasil produksi budidaya Unagi langsung ditampung oleh pihak pengusaha, tanpa harus mencari pasar.

“Kebutuhan unagi di Jepang saat ini sampai 150.000 ton per tahun. Tentunya itu peluang usaha yang sangat menjanjikan bagi masyarakat di Kabupaten Pangandaran,” pungkasnya. (Mad2/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar