(Pilkada Ciamis) PDI-Perjuangan Sesalkan Manuver Politik Dedi Sobandi Catut Nama Partainya

Logo PDI-Perjuangan. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sekretaris DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Ciamis, Ohan Hidayat, menyesalkan adanya pencatutan nama PDI-Perjuangan pada deklarasi dukungan dari sebuah komunitas yang dipimpin mantan Bupati Ciamis, Dedi Sobandi, kepada pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Ciamis, Herdiat-Yana D Putra. Menurutnya, meski Dedi Sobandi dan beberapa orang lainnya pernah menjadi pengurus PDI-Perjuangan, namun tidak etis apabila membawa-bawa nama PDI-Perjuangan dalam aktivitas politiknya.

“Meskipun hanya menyebutkan mantan kader PDI-Perjuangan, tetap saja tidak etis. Selain itu, tidak ada istilah mantan kader partai. Apabila seseorang keluar dari partai politik dan pindah ke partai politik lain, maka tidak ada sematan mantan kader partai politik sebelumnya. Kalau sudah keluar, ya sudah. Jangan membawa-bawa nama partai sebelumnya,” ujarnya, kepada HR Online, Minggu (11/02/2018).

Apalagi, kata Ohan, Dedi Sobandi tak hanya seorang mantan pengurus PDI-Perjuangan, tetapi dia pun mantan pengurus Partai Demokrat dan PBB. “Pak Dedi Sobandi ini kan politisi ‘kutu loncat’ atau orang yang beberapa kali pindah partai. Tapi kenapa hanya mengaku sebagai mantan kader PDIP-Perjuangan saja. Inikan politis. Kami menduga mereka ingin mengopinikan bahwa kader PDI-Perjuangan pecah dalam mendukung pasangan Iing Syam Arifin-Oih Burhanudin,” katanya.

Ohan pun memastikan bahwa kader PDI-Perjuangan saat ini solid dan utuh dalam memberikan dukungan kepada pasangan Iing Syam Arifin-Oih Burhanudin. “Tidak mungkin kader kami terpengaruh oleh pihak lain, apalagi oleh orang-orang yang tidak setia pada PDI-Perjuangan. Selain itu, mayoritas orang-orang yang mengaku mantan kader itu kini sudah menjadi kader parpol lain,” ujarnya.

Ohan pun mengaku tidak terlalu khawatir dengan manuver politik yang dilancarkan Dedi Sobandi. Menurutnya, memang sudah terbiasa Dedi Sobandi kontra terhadap calon yang diusung PDI-Perjuangan. “Alasan kami tidak khawatir terhadap manuver Pak Dedi Sobandi, karena beberapa kali gerakan kontranya tidak berhasil menjegal calon PDI-Perjuangan. Malah pada Pilkada Ciamis sebelumnya, calon yang dia dukung kalah di TPS lingkungan rumahnya. Justru pemenangnya calon yang diusung PDI-Perjuangan,” bebernya.

Dihubungi terpisah, Politisi Senior PDI-Perjuangan Kabupaten Ciamis, Basuki Suparno, menegaskan, dirinya dengan Dedi Sobandi pernah menjadi pengurus DPC PDI-Perjuangan dalam periode kepengurusan yang sama. Namun sepengetahunnya, meski pernah menjadi pengurus, tapi Dedi Sobandi tidak mengikuti proses sekolah kader yang diwajibkan dalam AD/ART PDI-Perjuangan.

” Di PDI-Perjuangan ada sebuah mekanisme untuk menjadi seorang kader, yakni harus menempuh tahapan sekolah kader mulai dari tingkat pratama sampai utama. Nah, Pak Dedi Sobandi ini selama menjadi pengurus PDI-Perjuangan, belum menempuh tahapan tersebut. Jadi aneh kalau sekarang dia mengaku-ngaku sebagai mantan kader PDI-Perjuangan, “katanya, kepada HR Online, Minggu (11/02/2018).

Selain itu, kata Basuki, Dedi Sobandi pun tak hanya menjadi pengurus PDI-Perjuangan saja, tetapi juga pernah berpindah menjadi pengurus Partai Demokrat dan PBB.” Dari kebiasaan berpindah-pindah partai saja sudah menunjukan bahwa ideologisnya tidak jelas. Sementara kader PDI-Pejuangan dikenal dengan keteguhan idelogisnya. Seperti saya meski sudah lama tidak menjadi pengurus PDI-Perjuangan, tetapi sampai sekarang tetap setia menjadi kader PDI-Perjuangan,” ungkapnya. (R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA