Polisi Himbau Warga Banjar Waspadai Penipuan Melalui Medsos

LS (26), korban penipuan memalui media sosial Facebook, saat melapor ke SPKT Polres Ciamis. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Jajaran kepolisian Polres Kota Banjar menghimbau kepada warga untuk berhati-hati atas berbagai tindak kejahatan yang mungkin saja mengintai. Salah satu modusnya yang kini marak dilakukan pelaku penipuan yakni melalui media sosial (medsos) Facebook.

Seperti dikatakan anggota Polsek Langensari yang juga selaku Babinmas desa/kelurahan di Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Briptu. Agus Tri, bahwa tindak kejahatan penipuan via Facebook merupakan salah satu tindak kejahatan yang sedang marak terjadi dan harus diwaspadai masyarakat.

“Kami selaku Babinmas selain wajib selalu berinteraksi dengan warga, juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai berbagai bentuk tindak kejahatan, guna menjaga keamanan dan kekondusifan wilayah. Satu diantaranya mesti diwaspadai adalah modus penipuan via medsos Facebook. Warga harus waspada dan lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan orang tak dikenal di medsos,” tandas Bripka. Agus, kepada HR Online, Selasa (12/02/2018).

Media sosial Facebook bisa menelan korban saat digunakan para pelaku kejahatan dengan berbagai tipu daya. Misalnya merayu dan niat ingin berkenalan lebih jauh, atau hingga berniat memacari korban.

Melalui modus ini, banyak masyarakat yang berhasil dikelabui dan akhirnya mengincar barang yang dimiliki korban. Untuk itu, pihaknya menghibau jika ada warga yang menjadi korban penipuan, segera melaporkan kejadiannya kepada aparat kepolisian.

“Pelaku penipuan dan penggelapan barang bila sudah terungkap akan dijerat pasal berlapis. Selain pasal 362 KUHP tentang pencurian dan penggelapan, juga dikenakan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman bisa di atas 5 tahun,” jelas Bripka. Agus.

Terkait hal tersebut, baru-baru ini seorang warga Langensari, telah menjadi korban aksi kejahatan melalui media sosial Facebook, dengan target yang diincar pelaku adalah sepesa motor milik korban. Korban yang berinisial LS (26), terpaksa melaporkan ke pihak kepolisian lantaran ditipu oleh pelaku berinisial SD.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Koran HR, LS berkenalan dengan SD yang mengaku warga Bogor melalui jejaring sosial Facebook sekitar satu minggu. Dengan segala tipu muslihatnya, LS pun tertarik oleh ajakan SD untuk bertemu dan dikenalkan kepada orang tuanya.

LS mengaku, pada hari kejadian, yakni Jum’at (09/02/2018), sekitar pukul 15.30 WIB, dirinya langsung meluncur ke lokasi yang ditentukan SD di wilayah Ciamis. Sebelum melakukan pertemua, LS sempat mampir ke rumah temannya bernama Evi, di Desa Cigembor, Kabupaten Ciamis.

Ketika berada di rumah Evi, sekitar pukul 19.00 WIB, SD menghubungi LS dan meminta dijemput. Tidak lama kemudian, pelaku tiba-tiba mengurungkan permintaannya untuk dijemput, akan tetapi meminta bertemu di sekitaran Masjid Agung Ciamis.

“Saya sempat menolak untuk bertemu di Masjid Agung Ciamis, namun pelaku merayu supaya tetap bertemu karena motornya sedang diperbaiki di bengkel. Saat saya pergi ke lokasi yang sudah disepakati menggunakan motor seorang diri, SD mengintruksikan saya untuk bertemu orang suruhannya berinisial RN di pinggir jalan, yang juga tidak membawa kendaraan,” tutur LS.

Saat sudah bertemu RN, LS mengaku diajak RN untuk langsung ke lokasi di mana SD berada, dan RN meminta untuk mengendarai motornya LS. Dalam perjalanan menuju lokasi sekitar Stadion Galuh, lalu masuk dan berhenti di komplek pemukiman yang berada di Lingkungan Karang Tengah. LS pun langsung turun dari motor karena mengira sudah sampai ke lokasi.

Namun, saat itu juga RN langsung membawa kabur kendaraan LS. Lantaran panik, sekitar 30 menit kemudian LS langsung menghubungi SD dan RN. Sayang, nomor telepon keduanya sudah tidak dapat dihubungi lagi.

“Ketika itu juga saya baru berpikir bahwa saya telah menjadi korban penipuan. Saya langsung saja pada hari Sabtu (10/02/2018), melaporkan kejadian ini ke Polisi setempat untuk ditindaklanjuti. Mudah-mudahn ketemu motornya dan pelaku bisa ditangkap,” harap LS di dampingi ibunya, AH.

Kepala Unit I Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ciamis, Aiptu. Tri Harjono, membenarkan, bahwa pihaknya telah menerima laporan dari korban tersebut atas dugaan penipuan dan penggelapan satu unit sepeda motor Honda Vario dengan nopol Z-6216-YO tahun 2017.

“Ya, kronologisnya seperti itu dan akibatnya korban mengalami kerugian hingga mencapai sekitar 17 juta rupiah. Sesuai dengan laporan polisi No: LP/48/B/II/2018/SPKT Res Ciamis, tanggal 12 Februari 2018, selanjutnya kami langsung sampaikan ke Reskrim untuk di BAP korban. Setelah korban di BAP, tentu jajaran Reskrim mendalami dan menyelidiki kasus ini sampai dalam rentang tertentu akan diberitahukan perkembangannya,” jelas Aiptu Tri. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar