Ratusan Bonsai Bertaraf Nasional “Bertarung” di Kota Banjar

Bonsai jenis Sianci milik Suroso, peserta dari Jakarta yang dipamerkan dalam Pameran dan Kontes Bonsai Tingkat Nasional yang digelar di Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- 

Ratusan penggemar bonsai se-Indonesia mengikuti Pameran dan Kontes Bonsai Tingkat Nasional yang digelar di Kota Banjar. Gelaran tersebut dibuka langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan dan Seni Daerah (Dekranasda) Kota Banjar, H. Herman Sutrisno.

Kegiatan yang digelar dari Selasa-Minggu (20-25/02/2018) itu diikuti oleh peserta dari 33 kota/kabupaten di Indonesia, seperti, Bali, Madura Jatim, Surabaya, Jepara, Semarang, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Banyumas, Cilacap, Bandung, Bandung Barat, Cirebon, Tangerang, Cianjur, Bogor, Depok, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, Banjar, serta kota.kabupaten lainnya.

Untuk gelaran kontes di tahun 2018 ini, kini naik menjadi empat kelas, yakni kelas Prospek (bakalan), Regional, Madya, dan Utama. Tak hanya itu, gelaran ini pun dimeriahkan oleh bursa bonsai dan technik pelatihan pembuatan bonsai.

Ketua Dekranasda Kota Banjar, Herman Sutrisno, dalam sambutannya mengatakan, dirinya mengucapkan terima kasih atas dilaksanakannya gebyar bonsai ini. Menurutnya, pameran bonsai ini adalah salah satu kegiatan inovatif dan kreatif yang terlihat mudah, namun susah untuk dilaksanakan.

“Saya sangat mengucapkan terima kasih sekali disamping bisa mempromosikan Kota Banjar, juga dapat merangsang generasi muda, khususnya penggemar bonsai. Sebab, saya melihat di Banjar banyak potensi penggemar bonsai. Oleh karena itu, saya berharap ke depan Banjar menjadi sumber bonsai,” kata Herman.

Ketua panitia, Endang Hidayat, mengatakan, pameran dan kontes bonsai kali ini sangat luar biasa. Pameran ini pun kini sudah naik tingkat ke tingkat kelas Utama, di mana naik ke tingkat Utama tersebut tidaklah mudah karena harus melalui berbagai proses.

“Kontes kali ini luar biasa, In shaa Allah tahun 2019 kita dari perwakilan Banjar akan mengikuti kontes tingkat Asia Pasifik di Vietnam,” terangnya.

Masih kata Ehid, sapaan akrab Endang Hidayat, bahwa dalam kontes dan pameran bonasi di Kota Banjar ini, ada salah satu bonsai jenis Sianci yang dibandrol dengan harga Rp.1,2 miliar. Bonsai tersebut milik Suroso, peserta dari Jakarta.

Di tempat yang sama, Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Banjar, Nana Suryana, mengaku dirinya merasa kaget, lantaran peserta dalam pameran ini membludak. Menurutnya, dari ujung Timur Pulau Jawa hingga ujung Barat, semua hadir dalam kontes dan pameran tersebut.

“Ini tahun ke empat, alhamdulillah pesertanya membludak dan mereka yang mengikuti rata-rata para jawara yang selalu menang dalam kontes di daerahnya masing-masing. Kegiatan ini pun untuk meningkatkan sportifitas dan menghargai setiap perbedaan. Pada initinya, untuk menjadi ajang silaturahmi dengan sesama anak bangsa,” ucapnya.

Nana berharap, dengan adanya acara ini, Kota Banjar bisa lebih dikenal lagi, karena menurutnya orang dari luar daerah jika menyebut nama Banjar, yang mereka tahu hanya Banjarnegara atau Banjarmasin.

Sementara itu, Litbang PPBI Pusat, Bambang Suroso, menilai, Kota Banjar semakin tahun semakin meningkat. Menurutnya, PPBI Kota Banjar sudah cukup berhasil lantaran dapat memaksimalkan sumber daya yang ada di daerahnya.

“PPBI Kota Banjar mantap, ini kali kedua kami datang ke sini, dan memang banyak kemajuan dan peningkatan karena PPBI Kota Banjar rutin menggelar acara seperti ini. Semoga tahun depan gelaran kontes dan pameran yang digelar PPBI Banjar, bisa naik ke tingkat Bintang,” kata Bambang.

Kegiatan pameran dan kontes Bonsai yang digelar di halaman parkir Banjar Water Park Kota Banjar ini merupakan dalam rangka HUT Kota Banjar yang ke-15. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA