Sebelum Terjadi Penganiayan Guru Ngaji di Ciamis, Ada 2 Orang Nyari-nyari Ustadz

Tim identifikasi Satreskrim Polres Ciamis saat melakukan oleh TKP penganiyaan aparat desa yang juga guru ngaji di Dusun Cimarongmong, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Selasa (27/02/2018). Foto: Eli Suherli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Beredar kabar, sebelum peristiwa penganiayaan yang dialami Rian Riana, guru ngaji di Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, ada dua orang tidak dikenal berperawakan tinggi berbaju lusuh mencari-cari seorang ustadz.

Ketua RW setempat, Yaman, ketua RW ketika ditemui Koran HR, Selasa (27/02/2018), mengaku pada hari Sabtu dirinya mendapatkan laporan dari warga mengenai dua orang tidak dikenal yang mencari seorang ustadz di Damarcaang.
“Banyak anak-anak yang ditanyai oleh orang tidak dikenal itu. Mereka menanyakan keberadaan rumah seorang ustadz. Namun, semua yang ditanyai bilang tidak tahu karena memang warga selama ini sudah diwanti-wanti,” katanya.

Yaman menuturkan, kejadian pertama pada hari Sabtu siang dan yang kedua pada hari Minggu sore. Dua orang tidak dikenal itu menggunakan sepeda motor. Ketika ditanya detil soal ustadz yang dimaksud, orang itu malah pergi. Dari keterangan warga, orang tidak dikenal itu berbadan tinggi, berambut kuncir dan berbaju lusuh.

“Warga memastikan orang itu buka berasal dari Darmacaang. Entah salah sasaran atau gimana, hingga penyerangan dan penganiayaan itu menyasar Rian,” katanya.

Apalagi, kata Yaman, Rian merupakan sosok yang dikenal warga sangat santun dan mudah bergaul. Selain mengajar ngaji, Rian sehari-hari juga merupakan perangkat desa merangkal seorang amil.

Senada dengan itu, Yaya, Ketua RT 25, ketika ditemui Koran HR, Selasa (27/02/2018), mengaku, pada malam sebelum kejadian, dia bersama Rian bersama-sama mengikuti sholat berjamaah di masjid.

“Ketika mau pulang, Rian bilang mau mampir ke rumah Heri (saudaranya), mau mengajak tugas malam di desa. Selang sekitar 30 meter dari masjid, saya melihat Rian berjalan pulang. Saya tidak curiga, tapi ketika saya panggil Rian tidak menjawab. Selang beberapa lama, ada suara minta tolong. Ketika saya datangi, Rian sudah terbaring di dekat tiang listrik,” katanya.

Dari pengakuan Rian, kata Yaya, dia dipukul, disetrum dan diseret pelaku, setelah itu pelaku melarikan diri. Wargapun berdatangan menyisir lokasi hingga dini hari. Sayang, pelaku tidak ditemukan. (es/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar