Selain Pergerakan Tanah, 5 Rumah Warga di Rajadesa Ciamis Terancam Tertimbun Longsor

Salah satu tebing di Desa Tanjungsari, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami longsor. Namun, longsoran tebing tersebut tidak membahayakan. Selain tebingnya tidak begitu tinggi, juga jauh dari permukiman warga. Foto: Heri Herdianto/HR
.
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Selain terjadi bencana pergerakan tanah yang mengancam 44 rumah warga, bencana longsor pun tampaknya mengintai 5 rumah warga di Desa Tanjungsari, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Tepatnya di Dusun Sindang RT 01/RW 07, tebing setinggi 20 meter sudah menunjukan potensi longsor dan mengancam 5 rumah warga yang tepat berada di bawahnya.

“5 keluarga yang rumahnya terancam tertimbun longsor itu terpaksa dievakuasi ketempat aman. Karena potensi longsor pada tebing tersebut sudah mulai terlihat. Kalau terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi, besar kemungkinan tebing curam itu langsor, ” kata Sekdes Tanjungsari, Asep Anwar, kepada HR Online, Minggu (25/02/2018).

Asep menambahkan, setelah dalam beberapa hari terakhir ini wilayah Rajadesa terus diguyur hujan lebat, mengakibatkan terjadi retakan tanah di beberapa titik di sepanjang tebing tersebut. “Setelah kami teliti, ada beberapa retakan tanah di sepanjang tebing tersebut. Bahkan, ditemukan retakan tanah yang berpotensi besar terjadi longsor,” imbuhnya.

Apabila tebing tersebut longsor, lanjut Asep, dipastikan 5 rumah warga yang berada di bawahnya berpotensi tertimbun reruntuhan matrial longsor. “Selain 5 rumah warga, satu bangunan pesantren pun terancam ikut tertimbun longsor apabila tebing tersebut memuntahan seluruh matrialnya,” ujanya.

“Makanya, kami pun sudah meminta kepada warga pesantren untuk sementara mengungsi ke tempat aman. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi korban apabila suatu saat tebing tersebut longsor,” katanya.

Sebelumnya, sedikitnya 44 rumah warga di Dusun Garunggang, Desa Tanjungsari, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami kerusakan pada dinding dan lantai akibat pergerakan tanah yang terjadi pada Kamis (22/02/2018). Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari ini menjadi penyebab utama terjadinya pergerakan tanah.(Her/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar