Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita PangandaranTB Hasanudin Sebut Perkembangan Pangandaran Sangat Pesat

TB Hasanudin Sebut Perkembangan Pangandaran Sangat Pesat

TB Hasanudin saat di puncak acara HUT PDI-P ke-45 di Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pada peringatan HUT PDI-P ke-45 yang digelar di Pantai Barat Pangandaran, dihadiri langsung Ketua DPD PDI-P Jawa Barat, TB Hasanudin, yang juga salah satu Calon Gubernur Jabar di Pilgub 2018 ini.  

TB Hasanudin, Calon Gubernur Jabar yang didukung secara individu oleh partai PDI Perjuangan ini menyampaikan, bahwa ia mengaku sudah berkeliling di 20 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Barat. Melihat kondisi Pangandaran, ia melihat perkembangannya sangat pesat, terutama di bidang infrastruktur, Kesehatan, Pendidikan, serta penataan kawasan wisata.

“Saya bangga pada kinerja DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran. Sebagai petugas partai, Bupati sudah lakukan semuanya untuk kepentingan masyarakat. Ini sudah jelas sekali, perubahan Pangandaran sangat signifikan,” kata TB Hasanudin.

TB Hasanudin mengaku, bahwa dirinya tidak ada ambisi untuk menjadi Gubernur Jabar. Namun, pasca pulang umrah, dirinya dipanggil Megawati untuk maju di Pilgub. Padahal, dirinya sudah mempersilahkan kader lain untuk maju.

“Tetapi ibu tetap meminta saya maju. Dan akhirnya setelah sebelumnya saya minta waktu satu jam untuk meminta saran dan masukan dari para sahabat dan tokoh nasional, akhirnya saya putuskan siap melaksanakan partai,” jelas TB Hasanudin.

Dengan keputusan tersebut, kata TB Hasanudin, ia yakin bahwa saat ini adalah momen yang tepat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat secara total dan tidak tanggung-tanggung.

“Lima kebutuhan rakyat itu harus terpenuhi, yakni rakyat harus punya pekerjaan, rakyat perutnya harus kenyang, anak sekolah harus gratis, rumah rakyat harus kuat dan kokoh, dan rakyat yang sakit harus dirawat oleh pemerintah dan harus bertanggungjawab. Setelah ini baru memikirkan yang lainnya, seperti listrik harus terang, jaminan keamanan dan pendidikan akhlak yang baik. Apabila akhlaknya baik, maka KPK bisa dibubarkan karena tidak ada yang korupsi,” pungkasnya. (Mad/Koran HR)