Usia 15 Tahun Kota Banjar, Masyarakat Butuh Tempat Hiburan

Tempat hiburan karaoke di areal Banjar Water Park yang kini terbengkalai setelah ditutup pada tahun 2015 lalu. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah masyarakat Banjar meminta kepada pemerintah setempat untuk membangun satu lokasi sebagai sarana hiburan bagi keluarga. Karena, minimnya sarana hiburan di Kota Idaman ini membuat mereka harus mencari tempat hiburan ke luar kota.

Hal ini diungkapkan Mamat (42), warga Dusun Gardu, Desa Balokang, Kecamatan Banjar. Menurutnya, Kota Banjar hingga saat ini belum memiliki pusat hiburan bagi keluarga, seperti tempat bermain atau arena-arena edukasi bagi anak-ank. Sehingga, ia bersama keluarganya kerap menghabiskan masa liburannya ke Tasikmalaya, Garut, atau Bandung.

“Diusianya yang kini menginjak 15 tahun, seharusnya Kota Banjar sudah memiliki tempat hiburan bagi warganya, terutama hiburan sarana edukasi bagi anak-anak atau wahana-wahana permainan lainnya. Saya contohkan seperti Karang Resik yang ada di  Kota Tasik, di sana terdapat wahana permainan anak plus dengan sarana edukasi bagi anak,” kata Mamat, kepada Koran HR, Minggu (28/01/2018).

Hal serupa diungkapkan Ahid (39), warga Lingkungan Cimenyan, Banjar. Menurutnya, dalam hal ini Kota Banjar belum memiliki tempat wahana seperti yang ada di daerah lain. Adapun wahana Banjar Water Park atau tempat wisata alam lainnya, tapi belum mampu memikat hati para wisatawan.

“Setiap mengisi liburan untuk sekedar refreshing dan penyegaran, paling kami pergi ke Cipanas atau Derajat Pass di Garut. Karena tempat wisata alam yang ada di Banjar belum ditata rapi dan dikemas dengan baik, sehingga kesannya membosankan. Makanya, kami memilih ke lokasi di luar daerah, hasilnya uang kami menjadi pendapatan bagi daerah lain,” ujar Ahid.

Warga Banjar lainnya, Amel Yulianti, seorang ibu rumah tangga, mengaku dirinya memiliki hobi traveling, shoping dan wisata keluarga. Namun, ia juga merasa bingung mencari tempat hiburan bagi keluarga di Banjar, sehingga ia kerap mengunjungi Pantai Pangandaran atau pergi ke Bandung.

“Saya berharap untuk ke depannya, Kota Banjar memiliki rencana progresif dalam percepatan pembangunan. Bukan hanya menata ruang perkotaan atau infrastruktur lainnya, tetapi harus diperhatikan pula untuk pembangunan pusat atau tempat hiburan bagi keluarga,” ungkap Amel.

Selain tempat hiburan keluarga, Banjar pun membutuhkan tempat hiburan seperti karaoke atau biliard. Hal itu diungkapkan oleh sejumlah kaum muda di Kota Banjar, terutama para pecinta hiburan.

“Memang sangat dibutuhkan seperti tempat karaoke atau tempat-tempat hiburan lainnya. Dulu memang ada tempat karaoke, yakni di Banjar Water Park, namun sejak tahun 2015 tempat tersebut ditutup,” kata Bana, salah seorang aktivis Kota Banjar.

Dia menambahkan, Kota Banjar memang kurang tempat hiburan, dan harus diakui kini sudah kalah jauh dari daerah tetangganya, seperti Kabupaten Pangandaran, Cilacap, dan Kabupaten Ciamis yang lebih hidup dari sisi hiburan bagi masyarakatnya.

Bana pun merasa yakin bahwa masyarakat Banjar memiliki tingkat kejenuhan dengan rutinitas kerjanya. Hal itu terbukti saat ribuan masyarakat Banjar tumpah ruah menyaksikan acara siaran langsung Inbox di Taman Kota beberapa waktu lalu. “Itu membuktikan kalau masyarakat Banjar sangat butuh dan haus hiburan,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Bana, kaum muda Kota Banjar jika ingin mendapat hiburan karaoke harus pergi ke Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Majenang, dan Purwokerto. Untuk itu, dirinya berharap tempat karaoke yang ada di Banjar Water Park dibuka kembali. Di samping menjadi tempat hiburan bagi kaum muda yang hobby nyanyi, juga dapat membantu meningkatkan pendapatan daerah. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA