Walikota Banjar Launching Bantuan Pangan Non Tunai untuk 8.717 KPM

Usai launching BPNT, Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, menyaksikan beberapa KPM saat melakukan proses penggesekan kartu voucher Rp.110.000 pada mesin sistem e-walet yang disiapkan petugas BNI. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, melaunching penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2018 bagi 8.717 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang dilakukan di e-warong Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Jum’at (09/02/2018).

Dalam acara tersebut, Walikota Banjar menyerahkan BPNT secara simbolis kepada KPM, dan menyaksikan beberapa KPM saat melakukan proses penggesekan kartu voucher senilai Rp.110.000 pada mesin sistem e-walet yang disiapkan petugas BNI, untuk selanjutnya ditukar dengan 8 kilogram beras dan telur 0,5 kilogram.

Dia mengatakan, setelah dua hari lalu melaunching Rastra Daerah, hari ini Pemkot Banjar melaunching penyaluran BPNT 2018 bagi 8.717 KPM. Berbagai bantuan program perlindungan sosial yang ada bisa mengurangi beban sekitar 14.000 rumah tangga sangat miskin (RTSM) di Kota Banjar.

“Diharapkan juga tentunya jangan sampai warga Kota Banjar kekurangan gizi. Pokoknya harus dapat memutus mata rantai kemiskinan,” tandasnya.

Ade Uu juga menyebutkan, selain program perlindungan sosial yang diberikan pemerintah pusat, banyak juga yang diberikan Pemkot Banjar, seperti halnya penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada anggota Linmas dan lainnya.

Kepala Dinas Sosial P3A Kota Banjar, Asep Tatang Iskandar, menambahkan, ini kali kedua program BPNT di Kota Banjar diluncurkan dan bisa dimanfaatkan oleh 8.717 KPM.

Sedangkan, untuk sistem penyaluran BPNT sendiri dilakukan melalui e-warong menggunakan kartu voucher yang dikerjasamakan dengan BNI dan Bulog. Di Kota Banjar ini sudah terdapat 13 e-warong sebagai penyalur BPNT.

“Jika dihitung anggaran yang disediakan pemerintah pusat melalui Kemensos RI untuk KPM BPNT di Banjar ini totalnya sekitar Rp.11,5 milyar,” ungkapnya.

Tatang memastikan stok beras dan telur untuk program BPNT 2018 sudah disiapkan dan tersedia. Baik nantinya diambil dari gudang milik Bulog, atau melalui mitra kerjanya.

“Kita sediakan dua komoditi pangan, yaitu beras dan telur. Tapi tak menutup kemungkinan berikutnya komoditi pangan bisa berubah atas permintaan pemerintah daerah setempat,” ujar Tatang.

Kepala BNI Cabang Banjar, Ichlas Rusnanto, mengatakan, dalam program BPNT ini penerapannya memakai akses e-warong, Rumah Pangan Kita (RPK) yang dikelola Bulog atau agen yang ditunjuk BNI sendiri

“Untuk BPNT tahun 2018, KPM dapat mencairkan atau mengambilnya setiap bulan. Pendistribusian kali ini untuk alokasi bulan Januari, dan untuk selanjutnya dapat diambil setiap tanggal 25,” terangnya.

Menurutnya, pelaksanaan BPNT di tahun 2017 sebagai pembelajaran awal progran yang dijalankan. Pihaknya berharap tahun 2018 ini menjadi pengalaman untuk menjadi lebih baik dalam proses penyalurannya. (Nanks/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA