Akibat Gizi buruk, Fisik Bocah di Ciamis Ini Alami Gagal Tumbuh

Alami gizi buruk semasa bayi, Surya kini mengalami gagal pertumbuhan, tubuhnya tetap kecil dan pendek, tidak bisa berbicara apalagi berjalan. Foto : Eji Darsono/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Surya (6), anak angkat Hendi Somardi, warga Dusun Cikawung, Desa Sindangsari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, mengalami pertumbuhan fisik yang lambat. Hal itu terjadi lantaran Surya mengalami gizi buruk saat masih bayi.

Ketika ditemui Koran HR, Hendi, bapak angkat Surya, Selasa (06/03/2018), membenarkan kegagalan dalam pertumbuhan fisik yang dialami anaknya yang kini tubuhnya tetap kecil dan pendek. 

Menurut Hendi, Surya merupakan anak angkat dari seorang warga Cianjur. Ketika bayi, Surya dulu hanya tinggal bersama ayah kandungnya karena sang ibu meninggal dunia saat mau melahirkan.

“Menurut cerita ayah kandungnya, Surya tidak pernah minum ASI (Air Susu Ibu). Dari bayi hingga umur 4 tahun, Surya hanya minum air gula putih. Karena Surya mengalami gagal pertumbuhan, tidak ada warga yang mau membantu merawatnya, hingga akhirnya sang ayah memutuskan untuk memberikan Surya kepada kami,” katanya.

Hendi mengungkapkan, dari sejak dua tahun lalu, Surya dia terima dalam keluarga sebagai anak angkat. Hanya saja, pada waktu itu tidak ada administrasi yang ditempuh, sehingga  sampai saat ini belum bisa dimasukan dalam daftar Kartu Keluarga (KK).

“Akibatnya untuk mendapatkan jaminan sosial (Kartu BPJS) pun sulit,” katanya.

Senada dengan itu, Nurhayati, ibu angkat, ketika ditemui Koran HR, Selasa (06/03/2018), mengatakan, sejak Surya menjadi anak angkat, kebutuhan nutrisi Surya sebagaimana dianjurkan tim medis selalu dia berikan.

“Meski kebutuhan nutrisi sudah terpenuhi, kami terkendala dengan pembiayaan karena Surya perlua mendapat penangananan serius, disisi lain untuk mendapatkan Kartu BPJS,  prosedur yang harus ditempuhnya sangat sulit,” katanya.

Kasipem Desa Sindangsari, Iing, kasipem Desa Sindangsari, menuturkan, pihaknya bisa memfasilitasi Surya untuk dimasukan dalam KK dan mendapatkan Kartu BPJS. Hanya saja, pihaknya butuh surat keterangan penyerahan dari ayah kandung ke keluarga angkat sebagai bentuk administrasi.

“Sebab ada prosedur yang harus ditempuh,” katanya. (Dji/Koran HR)

KOMENTAR ANDA