Aktivis Pemuda & Mahasiswa Banjar Ajak Masyarakat Perangi Hoax

Foto: Ilustrasi net/ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Penyebaran berita bohong atau yang biasa disebut hoax menjadi persoalan serius di negara Indonesia. Sebab, hoax bisa menjadi pemicu fenomena pecahkan hubungan pertemanan, pergesekan antar kelompok, menimbulkan permusuhan maupun mengganggu stabilitas kemanan negara.

Informasi hoax penyebarannya begitu cepat, baik melalui grup aplikasi chatting seperti WhatsApp, BBM, maupun media sosial yang saat ini sangat mudah diakses oleh semua orang. Menyikapi persoalan tersebut, sejumlah aktivis di Kota Banjar menanggapi dengan begitu beragam.

Seperti yang disampaikan Ketua HMI Kota Banjar, Joko Nurhidayat, bahwa berita hoax dan sejenisnya merupakan persoalan serius yang harus disikapi bersama. Pasalnya, selain memang berdampak buruk terhadap perseorangan maupun masyarakat.

“Memang saat ini ketika mendapatkan informasi harus jeli ataupun kita harus terlebih dahulu melakukan klarifikasi atau tabayyun. Jangan sampai kita hanya mendapatkan informasi dari satu sumber yang memang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Joko kepada Koran HR, Selasa (20/03/2018).

Karena, menurutnya, persoalan tersebut merupakan hal yang harus diselesaikan bersama. Secara internal di HMI, sering dilakukan diskusi soal berbagai informasi yang secara tiba-tiba menjadi perbincangan orang banyak atau viral.

“Dalam waktu dekat ini kita akan mengadakan kegiatan soal memerangai hoax, terutama di internal HMI, supaya kader kita bisa lebih bijak dalam menyikapi informasi yang menyebar,” ujar Joko.

Ditemui terpisah, Ketua PMII Kota Banjar, Sirojul Muntaha, mengungkapkan, penyebaran hoax yang begitu massif diduga memang dirancang sedemikian rupa oleh orang-orang atau kelompok yang tidak bertanggungjawab, demi kepentingan sesaat.

“Nah, dari kondisi ini, masyarakat harus lebih teliti lagi dalam menyerap informasi yang menyebar melalui berbagai media, termasuk medsos,” katanya.

Memasuki musim pesta demokrasi di Indonesia, lanjut Siroj, intensitas penyebaran hoax dinilainya cukup tinggi. Maka dari itu, terlepas apakah berita hoax ini hanya demi kepentingan sesaat ataupun tidak, pihaknya meminta masayarakat untuk lebih cerdas dan selektif.

“Memang kemarin-kemarin pelaku ujaran kebencian dan pembuat hoax telah ditangkap oleh Kepolisian, namun kita tidak boleh lengah dengan hal itu. Sebab, hoax saya kira terus diproduksi oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Maka untuk melawannya adalah kita harus bijak dalam mengkonsumsi berbagai informasi,” tegas Siroj.

Hal senada juga diungkapkan Ketua GP Ansor Kota Banjar, Supriyanto. Menurutnya, dampak dari penyebaran hoax sangat luar biasa negatif terhadap perseorangan, kelompok, maupun masyarakat secara umum. Karena itu, pihaknya sangat mengecam keras orang yang memproduksi hoax maupun yang menyebarkannya.

“Kita harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial maupun mencerna informasi yang beredar, dan jangan sampai kita latah dengan apa yang tiba-tiba ramai diperbincangkan. Setidaknya lakukan upaya tabayyun dan melakukan konfirmasi kepada orang maupun pihak yang berkompeten dalam infiormasi yang menyebar tersebut,” terangnya.

Supri menambahkan, penyebaran hoax dan produksinya akan tetap ada. Menurut dia, hoax ini ada karena adanya kepentingan orang-orang yang tidak bertanggungjawab, baik itu politik ataupun kelompok tertentu yang bermaksud buruk terhadap korbannya.

“Saya kira hoax ini tetap berkembang karena kondisi kita masih cukup baru dalam menyerap informasi, terutama mengenal dunia teknologi serta pola pikir instan. Makanya ketika disentuh informasi yang sangat sensitif seperti SARA, kita akan bangkit untuk bagaimana melawan yang berbeda dengan kelompoknya. Dari fenomena ini, kita harap aparat penegak hukum harus tegas dan semua stakeholder memiliki peran yang sangat penting untuk melawan hoax ini,” tandasnya. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar