Barata Soroti Aksi Penebangan Hutan di Cigugur Pangandaran

Aktivitas penebangan hutan masih terlihat di kawasan hutan wilayah Desa Cempaka, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran. Photo: Aceng/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Aktivitas penebangan hutan yang masih dilakukan Perum Perhutani KPH Ciamis di Desa Cempaka, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dianggap telah mencederai kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya.

Pembina Barisan Rakyat Tanah Air (Barata), Turehan Ashuri, mengatakan, Perhutani telah berusaha mencurangi kesepakatan tersebut, yakni dengan terus melobi masyarakat sekitar supaya dapat melakukan aktivitas penebangan yang selama ini ditolak. Hal itu karena masalah kerusakan lingkungan hidup terus menghantui masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Saya juga melihat Pemerintah Kabupaten Pangandaran tidak belajar dari pengalaman sebelumnya, bahwa akibat kerusakan tersebut hingga menelan korban jiwa dan hilangnya material yang tidak sedikit jumlahnya,” kata Ashuri, kepada HR Online, Sabtu (04/03/2018).

Selain itu, lanjut Ashuri, musibah longsor dan banjir yang terjadi beberapa bulan lalu merupakan musibah alam terbesar sepanjang berdirinya Kabupaten Pangandaran, dan pihaknya melihat pemerintah daerah tengah gencar meningkatkan sektor perekonomian masyarakatnya.

Namun, menurutnya, dalam hal ini Pemerintah Pangandaran seolah tutup mata dan tidak mau mendengarkan keluhan para aktivis peduli lingkungan hidup.

“Untuk itu, saya minta supaya Pemerintah Pangandaran memberikan keleluasaan kepada kelompok kerja penyelamatan kerusakan lingkungan hidup yang ada di Pangandaran, serta menghentikan proses penebangan yang sampai hari ini terus dilakukan,” harapa Ashuri. (Cenk/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar